Harga Cabai Rawit Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram
Share
SUARAGONG.COM – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di wilayah Malang Raya mengalami lonjakan signifikan dalam satu hingga dua pekan terakhir. Dari sebelumnya berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini harga cabai rawit meroket hingga Rp80 ribu, bahkan mencapai Rp95 ribu per kilogram tergantung kualitas.
Harga Cabai Rawit Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram, Stok Petani Langka
Salah satu pedagang sayur di pasar tradisional, Warni, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak sekitar lima hingga sepuluh hari lalu. Menurutnya, lonjakan tersebut dipicu oleh minimnya pasokan cabai dari petani akibat faktor musim dan cuaca yang tidak menentu.
“Cabai rawit sekarang naik sampai Rp80 ribu. Sebelumnya masih Rp30–40 ribu per kilo. Naiknya mulai sekitar lima hari lalu karena dari petaninya memang tidak ada barang, stoknya kurang,” ujar Warni saat ditemui di lapaknya.
Warni mengaku selama ini mengambil pasokan cabai dari Pasar Sayur Karangploso. Ia menyebut fluktuasi harga cabai sangat sulit diprediksi karena bergantung penuh pada ketersediaan stok di tingkat petani.
“Cabai itu naik turun, nggak bisa diprediksi. Kalau stok kosong, harganya langsung naik. Kadang nggak mesti menjelang puasa, bisa kapan saja,” katanya.
Baca Juga : Harga Cabai di Pasar-Pasar Malang Naik Hingga Rp 75 Ribu
Rp10 ribu per ons
Saat ini, cabai rawit dijual Warni dengan harga Rp10 ribu per ons. Harga tersebut disesuaikan dengan harga kulakan yang mencapai Rp85 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram untuk cabai berkualitas baik. Sementara cabai dengan kualitas campuran atau kurang bagus (cakpur) dijual sedikit lebih murah.
“Kalau beli yang bagus, sekilonya bisa Rp95 ribu. Itu pun masih ada yang jelek-jelek. Yang biasa sekitar Rp85 ribu. Kalau dijual di sini ya Rp10 ribu per ons,” jelasnya.
Ia menambahkan, harga cabai rawit memang dikenal sangat fluktuatif. Saat musim panen raya, harga bisa turun drastis hingga Rp20 ribu per kilogram. Namun di luar musim, harga bisa melonjak ekstrem.
“Kalau musim bisa Rp20 ribu, tapi kalau nggak musim ya bisa mahal sekali, sampai Rp100 ribu lebih,” ujarnya.
Baca Juga : Turun Rp100 Ribu, Harga Emas Antam Turun Tangga di Rp2.856.000 per Gram
Cabai Manis Juga Terdampak
Selain cabai rawit, Warni menyebut kenaikan harga juga terjadi pada cabai manis. Dari sebelumnya sekitar Rp3 ribu per kilogram. Kini naik menjadi Rp 6.500 hingga Rp7 ribu per kilogram. Sementara komoditas sayuran lainnya relatif masih stabil.
“Selain cabai, sebenarnya nggak ada yang naik. Sayur-sayur lain masih stabil,” katanya.
Untuk komoditas bawang, harga dinilai masih normal. Harga kulakan bawang berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, sementara harga jual ke konsumen sekitar Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram. Pasokan bawang tersebut juga berasal dari Pasar Sayur Karangploso.
Meski harga cabai melonjak tajam, Warni menyebut para pembeli relatif memahami kondisi tersebut. Konsumen dinilai menyadari bahwa kenaikan harga terjadi akibat kelangkaan stok, bukan permainan harga pedagang.
“Pembeli nggak apa-apa, mereka tahu dan sadar kalau memang lagi mahal. Cuma memang kalau harga naik, jualannya jadi agak sulit,” tuturnya.
Ia berharap pasokan cabai dari petani segera kembali normal agar harga bisa turun dan stabil, sehingga aktivitas jual beli di pasar tidak memberatkan pedagang maupun masyarakat. (fat/aye/sg)

