Type to search

News

Dugaan Oknum Bea Cukai Tiffany Bikin Heboh!

Share
dugaan oknum bea cukai tiffany

SUARAGONG.COM – Jadi ceritanya, tiga gerai perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta (Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place) tiba‑tiba jadi pusat perhatian karena penyegelan terkait dugaan oknum bea cukai tiffany. Yup, bukan karena promo baru, tapi karena masalah serius dugaan impor barang ilegal dan manipulasi dokumen! Sekilas, ini kayak drama serial thriller yang lagi nge‑trend di feed kamu, tapi ini nyata dan dampaknya gede buat dunia bisnis impor.

Apa Sebenarnya yang Terjadi Dugaan Oknum Bea Cukai Tiffany

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, penyegelan ini bukan asal cap tangan doang. Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ngehuluin, ada barang yang masuk ke Indonesia yang gak lengkap urusan dokumennya dan entah kenapa nilainya kok bisa jauh lebih rendah dari harga aslinya. Ini termasuk termasuk dugaan oknum bea cukai tiffany, artinya ada dugaan dua hal:

  1. Barang ilegal (selundupan) yang masuk tanpa bayar bea masuk dan pajak yang semestinya.
  2. Under invoice alias laporan nilai barang jauh di bawah harga sebenarnya supaya bayar pajak lebih murah.

Nah, bila kamu suka belanja barang impor, ini penting banget buat tahu gimana sistemnya bekerja dan kenapa aturan ini ada.

Baca juga: Menkeu Purbaya Ngajak TNI Polri Sikat Bekingan Pengemplang Pajak

Kok Bisa Gitu?

Begini analoginya bayangin kamu pesan barang dari luar negeri. Kamu harus lapor harga, jenis, asal, dan semua detilnya ke pihak bea cukai. Kalau datanya nggak sesuai atau kurang lengkap, biasanya itu langsung jadi merah banget di radar pemeriksaan. Kalau tidak bisa jelasin, yaaa itu yang bikin toko perhiasan itu disegel. Purbaya bilang bahwa saat dicek, pihak toko diminta ngeluarin dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang) dan formulir perdagangan yang sah, tapi sebagian besar gak bisa nunjukkin itu.

Ini semacam momen awkward banget, karena barangnya bisa dijual cantik di etalase, tapi di belakang layar urusannya belum sepenuhnya legit.

Baca juga : Di 2026, Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 6%

Kenapa Bisa Ada Oknum Terlibat?

Nah, ini bagian yang bikin netizen makin penasaran. Menkeu Purbaya mengendus ada kemungkinan keterlibatan oknum di internal Bea dan Cukai yang membantu alur ini. Artinya, bukan cuma salah satu pihak bisnis, tapi bisa ada main mata antara petugas lama dan pihak luar.

Purbaya sendiri bilang pegawai yang dicurigai ini adalah yang udah lama kerja sebelum adanya rotasi jabatan. Wah, berarti bisa jadi sistem yang udah nyatu sebelumnya lagi dikulik ulang sekarang.

Baca juga: Menkeu Purbaya Ancam Bea Cukai Jika Kinerja Tak Dibenahi

Under Invoicing Bukan Sekadar Salah Hitung

Kalau kamu belum ngeh istilah ini, gampangnya gini dibawah invoicing itu kayak kamu sengaja nge‑report nilai barang jauh lebih murah dari harga benerannya biar beban bayar pajaknya turun drastis. Misalnya barang seharga Rp 100 juta di invoice ditulis Rp 50 juta, jadinya bea masuk dan pajaknya ikut turun. Sounds like scam, right? Nah itu yang ditengarai terjadi di kasus Tiffany ini. Kadang praktik ini dianggap awam di dunia bisnis, tapi kalau merugikan negara dan nggak sesuai prosedur, ya tetep aja jadi masalah besar.

Baca juga: Menkeu Purbaya Tak Beri Toleransi untuk Impor Pakaian Bekas Ilegal

Kenapa Ini Penting buat Kamu?

Ini bukan sekadar berita buat orang yang kerja di pabean atau bisnis impor aja. Dampaknya nyata banget buat:

  • Iklim bisnis yang fair, supaya semua pelaku usaha bayar pajak sama sesuai aturan.
  • Harga barang premium di Indonesia, karena kalau praktik ilegal dikit-dikit dibiarkan, ya yang rugi konsumen dan negara.
  • Tingkat kepercayaan usaha asing sama sistem kita. Kalau ada indikasi kolusi oknum, bisa bikin reputasi jadi goyah.

Singkatnya, ini bukan drama emosi biasa ini tentang gimana negara memastikan aturan dipatuhi dan semua pihak main sesuai fair play.

Baca juga: Purbaya Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7 Persen 4 Tahun Lagi

Apa yang Dikatakan Pihak Berwenang?

Purbaya udah bilang bahwa penyelidikan bakal terus berjalan. Kalau nantinya memang terbukti ada oknum yang bantu main pintu belakang, mulailah kita mungkin akan lihat rotasi jabatan, evaluasi internal, bahkan proses hukum kalau perlu. Ini jadi sinyal kuat negara gak mau kecolongan sama praktik yang bisa bikin penerimaan pajak turun.

Baca juga: Purbaya Tegas Impor Pakaian Ilegal Jadi Biang Matinya Industri Tekstil

Pesan Buat Pelaku Usaha & Netizen

Penyegelan gerai ini jadi bahan obrolan hangat karena:

  • Banyak yang penasaran kenapa brand besar bisa kena
  • Banyak yang nanya apa sistem bea cukai Indonesia terlalu ketat
  • Dan banyak yang mikir emang sih kalau salah ya harus ditindak!

Well, poin utamanya aturan impor itu serius, dan kalau kamu mau main di pasar besar kayak Indonesia, ya harus siap ikut aturan mainnya juga.

Baca juga: Menkeu Purbaya Bakal Buru Cukong Rokok Ilegal Tak Takut Bekingan

Kasus Tiffany & Co disegel karena dugaan impor ilegal dan under invoice ini bukan cuma jadi bahan gosip ekonomi. Ini ngasih pelajaran bahwa sistem yang kelihatan halus di etalase bisa menyimpan banyak celah yang harus diurus serius. Dan ketika orang di balik sistem itu sendiri ikut campur, ya makin ribet lah urusannya. Kalau kamu follow berita ini dari awal, pasti setuju ini bukan sekadar headline biasa, tapi sinyal kuat buat bersihin game di balik bisnis impor. Tapi ya tahu lah, hidup itu gak sekadar black‑and‑white ada banyak banget unsur yang bikin semuanya jadi penuh twist. (dny)

Tags:

You Might also Like