BMKG Prediksi Cuaca Awal Ramadan, Waspada Hujan Lebat
Share
SUARAGONG.COM – Sudah berada di pintu depan bulan Ramadan nih Gaes. Dari pantauan sepertinya payung jangan sampek absen di awal ramadan kali ini, karena kemungkinan besar bakal terjadi hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca pada awal Ramadan 2026 akan didominasi hujan ringan hingga sedang, khususnya pada 18–19 Februari 2026. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG Prediksi Cuaca Awal Ramadan: Sejumlah Wilayah Berstatus Waspada Hujan
BMKG mencatat beberapa daerah dengan status waspada hujan sedang hingga lebat. di antaranya Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Papua Selatan.
Sementara itu, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Potensi Angin Kencang Ikut Mengancam
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di berbagai wilayah. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Antara lain Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Papua Selatan.
Kombinasi hujan lebat dan angin kencang ini berpotensi memicu cuaca ekstrem yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
Ancaman Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Antaranya seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan akibat angin kencang.
“Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama menjelang aktivitas ibadah dan perjalanan selama Ramadan.” Sebagaimana ditulis BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga : BPBD Probolinggo Gercep Tangani Luapan Kali Laweyan di Tambakrejo
Imbauan untuk Tetap Siaga
BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala. Bisa melalui kanal resmi, seperti situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi. Atau bisa juga lewat media terpercaya lainnya.
Langkah antisipatif di lingkungan masing-masing juga dinilai penting. Mulai dari membersihkan saluran air, memastikan kondisi atap dan bangunan aman. Hingga menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk.
BMKG berharap kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem selama awal Ramadan, sehingga aktivitas ibadah maupun kegiatan sehari-hari tetap berjalan aman dan nyaman. (Aye/sg)

