Type to search

Malang Pemerintahan

Kasus DBD di Kota Malang Fluktuatif, Puncak Diprediksi April 2026

Share
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang masih menjadi ancaman serius di 2026, Mengingat tengah curah hujan tinggi

SUARAGONG.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang masih menjadi ancaman serius di 2026, Mengingat Ngalam sendiri memiliki curah hujan tinggi saat ini. Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat jumlah kasus dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif di lima kecamatan. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Mu’arif, mengungkapkan sepanjang 2025 tercatat sekitar 400 kasus DBD. Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang hampir menyentuh 600 kasus.

Waspada DBD: Kota Malang Diprediksi Alami Puncak Kasus April 2026

“Dari sejumlah kasus yang ada, semua pihak harus lebih waspada. Secara keseluruhan jumlah kasus DBD pada tahun 2025 sekitar 400 kasus. Angka ini tergolong menurun jika dibandingkan tahun 2024 yang hampir mencapai 600 kasus. Kita hendaknya jangan lengah,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

📊 Sebaran Kasus di Lima Kecamatan

Data Dinkes menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa wilayah:

  • Kedungkandang: 82 kasus (2023) → 180 kasus (2025), dengan 4 kematian
  • Sukun: 118 kasus (2023) → 192 kasus (2024–2025), dengan 2 kematian
  • Klojen: 120 kasus tanpa kematian
  • Blimbing: 93 kasus (2023) → 186 kasus (2024) → 164 kasus (2025), dengan 2 kematian
  • Lowokwaru: Sempat naik pada 2024 lalu menurun pada 2025, dengan 1 kematian

Puncak Diperkirakan April 2026

Menurut Husnul, puncak kasus DBD tahun 2026 diprediksi terjadi pada April. Hal ini berkaitan dengan musim hujan yang masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan genangan air—habitat ideal nyamuk penyebab DBD.

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air bersih yang tergenang, sehingga lingkungan rumah menjadi faktor penting dalam penularan penyakit ini.

Imbauan Gerakan 3M Plus

Untuk menekan penyebaran, Dinkes mengajak masyarakat mengintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup rapat wadah air
  • Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air
  • Plus berbagai langkah pencegahan tambahan

“Langkah ini efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Kalau perindukan nyamuk bisa dihilangkan, maka rantai penularan DBD bisa ditekan semaksimal mungkin. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.

Baca Juga : Cegah DBD, Puskesmas Panji Sosialisasi PSN dengan 3M Plus

Puskesmas Jadi Garda Edukasi

Dinkes Kota Malang juga mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai pusat edukasi masyarakat. Saat ini terdapat:

  • 16 puskesmas
  • 33 puskesmas pembantu (pustu)

Keduanya berfungsi mendampingi warga dalam pelaksanaan PSN serta meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan lonjakan kasus DBD pada 2026 dapat dicegah dan angka penularan terus ditekan. (Fat/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like