Gus Fawait “Skakmat” Isu PHK! PPPK Jember Dipastikan Aman
Share
SUARAGONG.COM – Isu pemecatan massal PPPK di Jember akhirnya dipatahkan langsung oleh Bupati Gus Fawait. Dengan gaya bicara yang tegas dan tanpa basa-basi, ia memastikan bahwa seluruh PPPK di lingkungan Pemkab Jember tetap aman dan kontraknya akan diperpanjang hingga melewati tahun 2027.
Gus Fawait “Skakmat” Isu PHK! PPPK Jember Aman
Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan yang sempat ramai beredar di media sosial, mulai dari TikTok hingga grup WhatsApp. Gus Fawait menegaskan, tidak ada alasan untuk melakukan PHK massal karena Jember masih membutuhkan tenaga mereka.
“Tidak perlu takut diberhentikan. Ini bentuk apresiasi atas kerja keras mereka selama ini,” tegasnya, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, kondisi keuangan daerah juga dalam posisi aman. APBD Jember disebut mampu menanggung belanja pegawai, termasuk gaji PPPK, tanpa melanggar aturan dari pemerintah pusat. Artinya, isu soal anggaran jebol yang sempat beredar dipastikan tidak benar.
Siap-Siap Dinilai Ketat
Namun, di balik kabar baik ini, Gus Fawait juga menyelipkan peringatan serius. Jaminan kontrak bukan berarti pegawai bisa santai. Justru sebaliknya, semua PPPK dituntut untuk menunjukkan kinerja maksimal.
Ia menegaskan, standar penilaian di Jember berlaku sama untuk semua, baik PNS maupun PPPK. Tidak ada toleransi bagi pegawai yang malas atau tidak menunjukkan kinerja.
“Kalau kinerjanya buruk, tentu ada sanksi. Jadi ini bukan soal aman selamanya, tapi soal siapa yang benar-benar bekerja,” tegasnya.
Langkah ini membuat Jember terlihat beda dibanding daerah lain. Saat banyak wilayah mulai membatasi rekrutmen PPPK karena khawatir beban anggaran, Jember justru berani mengambil langkah sebaliknya.
Baca Juga : Strategi Gus Fawait Bikin Petani Jember Jadi “Raja” di Negeri Sendiri
PPPK Terbesar di Indonesia
Bahkan, Jember disebut menjadi salah satu daerah dengan kuota PPPK terbesar di Indonesia. Ini menunjukkan fokus Pemkab pada penguatan sumber daya manusia sebagai motor utama pembangunan.
Di akhir pernyataannya, Gus Fawait mengajak seluruh PPPK untuk bekerja dengan tenang dan totalitas. Ia ingin para tenaga pendidik, kesehatan, dan teknis tetap fokus melayani masyarakat tanpa dibayangi ketidakpastian kontrak.
Dengan kepastian ini, kini tantangan ada di tangan para pegawai: membuktikan kualitas kerja mereka layak dipertahankan. (Aye/sg)

