Gus Fawait Pastikan Anak Guru Ngaji di Jember Bisa Kuliah
Share
SUARAGONG.COM – Kabar super menggembirakan datang dari Kabupaten Jember. Bupati Gus Fawait memastikan anak-anak guru ngaji kini punya kesempatan besar untuk kuliah tanpa terbebani biaya. Lewat program yang diumumkan dalam acara Bunga Desaku di Mumbulsari, Selasa (7/4/2026), Pemkab Jember resmi menyiapkan skema beasiswa hingga Rp11 juta per tahun untuk kuliah gratis guru ngaji.
Anak Guru Ngaji di Jember Bisa Kuliah Gratis! Gus Fawait Siapkan Rp11 Juta per Tahun
Program ini bukan sekadar wacana. Gus Fawait menegaskan bahwa kebijakan ini sudah berjalan dan punya target penerima yang jelas. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga guru ngaji sekaligus memastikan masa depan pendidikan anak-anak mereka tetap terjamin.
“Nggak boleh ada lagi anak guru ngaji yang gagal kuliah karena biaya,” tegasnya.
Skemanya juga cukup detail. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan biaya kuliah (UKT) sebesar Rp5 juta per tahun, ditambah uang saku Rp500 ribu per bulan. Jika ditotal, satu mahasiswa bisa menerima hingga Rp11 juta per tahun.
Seluruh Guru Terdaftar BPJS
Tak hanya itu, perlindungan juga diberikan sejak awal. Seluruh guru ngaji dan ketua pengajian kini sudah didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang ditanggung pemerintah. Artinya, jika terjadi risiko seperti meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan santunan sekaligus jaminan pendidikan bagi anak-anaknya.
Menariknya, Pemkab Jember juga membuka kategori beasiswa khusus, seperti Beasiswa Santri dan Beasiswa Anak Guru Ngaji. Langkah ini diambil untuk menghindari ketimpangan akses yang sebelumnya sering terjadi saat semua harus bersaing di jalur prestasi umum.
“Menjadi anak guru ngaji itu juga sebuah keistimewaan. Mereka berhak dapat perhatian khusus,” ujar Gus Fawait.
Soal mekanisme pendaftaran, dibuat sesimpel mungkin. Calon penerima diminta fokus dulu lolos masuk kampus. Setelah itu, cukup menunjukkan bukti diterima seperti KTM atau surat keterangan untuk mengajukan beasiswa ke pemerintah daerah.
Investasi Jangka Panjang
Program ini disebut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM Jember. Gus Fawait ingin para guru ngaji bisa mengajar dengan tenang tanpa memikirkan masa depan pendidikan anak mereka.
Respons warga pun langsung terasa. Banyak masyarakat yang antusias dan mulai mencari informasi lebih lanjut soal pendaftaran.
Di akhir pernyataannya, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program ini.
“Pemerintah hadir sebagai orang tua asuh. Pendidikan anak-anak guru ngaji adalah prioritas,” pungkasnya. (Aye/sg)

