Type to search

News

Muspika Kencong Sidak LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp30 Ribu Jadi Sorotan

Share
Kelangkaan dan lonjakan harga LPG subsidi 3 kilogram di Kecamatan Kencong, Jember, langsung direspons cepat oleh Muspika setempat.

SUARAGONG.COM – Kelangkaan dan lonjakan harga LPG subsidi 3 kilogram di Kecamatan Kencong, Jember, langsung direspons cepat oleh Muspika setempat. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) lapangan, Rabu (8/4/2026), tim gabungan turun langsung mengecek kondisi distribusi di tingkat pangkalan hingga pengecer.

Muspika Kencong Sidak LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp30 Ribu Jadi Sorotan

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan pemerintah untuk memastikan distribusi energi bersubsidi tetap tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat prasejahtera dan pelaku UMKM.

Dari hasil pantauan di lapangan, ditemukan adanya selisih harga yang cukup mencolok antara Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan harga yang beredar di masyarakat. Bahkan, di beberapa desa, harga LPG 3 kg dilaporkan menembus Rp30.000 per tabung.

Temuan tersebut memicu dugaan adanya hambatan dalam rantai distribusi, hingga potensi praktik spekulasi oleh oknum tertentu. Untuk itu, tim langsung melakukan pengecekan administrasi dan fisik di sejumlah pangkalan, termasuk memverifikasi logbook distribusi bulanan.

Camat Kencong menegaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil. Ia mengingatkan seluruh pelaku distribusi LPG agar mematuhi aturan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan distribusi LPG subsidi ini tepat sasaran dan sesuai harga. Jika ditemukan pelanggaran seperti penimbunan atau permainan harga, akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.

Tak hanya pengawasan, Muspika juga membuka ruang dialog dengan para pengelola pangkalan. Sejumlah kendala teknis terungkap, seperti keterlambatan pengiriman hingga kemungkinan pengurangan kuota dari distributor.

Tambahan Pasokan atau Extra Dropping

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah kecamatan berencana berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengupayakan tambahan pasokan atau extra dropping guna menstabilkan kondisi di lapangan.

Dari sisi keamanan, unsur TNI dan Polri yang tergabung dalam Muspika turut memperkuat pengawasan preventif. Masyarakat pun diajak aktif melapor jika menemukan indikasi penimbunan atau gudang ilegal penyimpanan LPG.

Transparansi distribusi di tingkat pangkalan menjadi kunci utama agar tidak terjadi kelangkaan buatan yang merugikan masyarakat luas.

Pemerintah Kecamatan Kencong juga mengapresiasi partisipasi warga yang telah melaporkan kondisi di lapangan. Data tersebut dinilai penting untuk memetakan wilayah terdampak dan menentukan langkah intervensi yang tepat.

Dengan langkah terpadu ini, Muspika berharap distribusi LPG subsidi dapat segera kembali normal. Stabilitas pasokan energi dinilai krusial untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM di wilayah Kencong. (Rio/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like