Type to search

Kota Batu Pemerintahan

Ludi Tanarto Dorong Pemkot Batu Jadi Penengah di Polemik Wisata

Share
Polemik pembangunan tempat wisata baru di Kota Batu mulai jadi sorotan

SUARAGONG.COM – Polemik pembangunan tempat wisata baru di Kota Batu mulai jadi sorotan. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera hadir sebagai penengah di tengah perbedaan pandangan masyarakat.

Ludi Tanarto Dorong Pemkot Batu Jadi Penengah, Minta Solusi Win-Win di Tengah Polemik Wisata Baru

Menurutnya, potensi konflik horizontal antara kelompok pro dan kontra harus dicegah sejak dini agar tidak melebar dan mengganggu kondusivitas daerah.

“Pemerintah harus hadir untuk duduk bersama semua pihak. Kalau perizinannya belum lengkap, ya diproses dulu. Jangan dipaksakan beroperasi,” tegas Ludi, Rabu (8/4/2026).

Politisi PKS ini menilai, kunci utama meredam konflik ada pada komunikasi yang terbuka dan regulasi yang jelas. Ia mengingatkan agar persoalan perizinan maupun dampak pembangunan tidak dibiarkan menjadi isu liar di tengah masyarakat.

Baca Juga :Ketua Komisi B DPRD Jatim Warning Pemerintah Soal Aturan Nikotin

Investor Hingga Warga

Ia juga mendorong agar pemerintah mempertemukan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari investor, warga, hingga pihak terkait lainnya, untuk mencari solusi bersama.

Di sisi lain, Ludi mengajak masyarakat tetap terbuka terhadap masuknya investasi. Menurutnya, sikap terlalu tertutup justru bisa membuat investor enggan menanamkan modal, yang berimbas pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa hak masyarakat serta aturan lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) wajib dipenuhi oleh investor.

“Investor juga harus kooperatif. Jangan abaikan aturan atau surat peringatan dari pihak berwenang,” ujarnya.

Baca Juga : Gus Fawait Pastikan Anak Guru Ngaji di Jember Bisa Kuliah

Pemerintah sebagai Regulator

Ludi menambahkan, peran pemerintah sebagai regulator harus benar-benar adil, memastikan seluruh syarat administratif terpenuhi sebelum operasional dimulai. Sementara masyarakat juga perlu diberikan ruang dialog agar aspirasi bisa disampaikan tanpa memicu konflik.

Ia optimistis, karakter masyarakat Kota Batu yang terbuka akan memudahkan terciptanya solusi terbaik, selama semua pihak mengedepankan komunikasi.

“Masyarakat Batu itu mudah diajak bicara. Yang penting bukan menang-menangan, tapi solusi terbaik untuk semua—investor, pemerintah, dan masyarakat,” pungkasnya. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like