News Peristiwa

Viral Lagu Erika Berlirik Vulgar : HMT – ITB Minta Maaf

Jagat media sosial lagi ramai soal video lama yang kembali mencuat, menampilkan lagu berjudul "Erika" yang dinilai vulgar dan melecehkan

SUARAGONG.COM – Jagat media sosial lagi ramai membicarakan sebuah video lama yang kembali mencuat, menampilkan lagu berjudul “Erika”. Lagu yang dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB ini memicu keresahan publik karena liriknya dinilai mengandung unsur pelecehan verbal terhadap perempuan.

Akui Salah, HMT-ITB Langsung “Take Down” Konten

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak HMT-ITB secara ksatria meminta maaf dan menegaskan bahwa konten tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai akademik maupun organisasi mereka.

Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka langsung berkoordinasi untuk menurunkan semua video dan audio terkait dari kanal resmi maupun akun yang terafiliasi.

“HMT-ITB tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu maupun kelompok mana pun,” tulis pernyataan resmi himpunan tersebut.

ITB: Jadikan Momentum Berbenah Diri

Pihak rektorat ITB pun nggak tinggal diam. Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Neneng Nurlaela Arief, menyebut insiden ini sebagai pengingat penting bagi seluruh civitas akademika untuk menjunjung tinggi etika dan martabat manusia.

“ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika… serta pencegahan segala bentuk kekerasan. Termasuk kekerasan seksual verbal,” ujar Neneng (15/4/2026).

Baca Juga : Ketika Lagu Peradaban Dibajak untuk Menindas Minoritas

Bukan sekadar minta maaf, ITB langsung tancap gas lewat berbagai langkah nyata:

  • Evaluasi Internal: Meninjau ulang standar dan pedoman organisasi mahasiswa agar makin fit dengan etika masyarakat.
  • Kampanye Etika: Mahasiswa diajak buat lebih bijak dalam berpenampilan dan berkomunikasi, termasuk lewat pesan singkat dan media sosial.
  • Literasi Medsos: Mengedukasi mahasiswa biar lebih kritis, santun, dan nggak asal share konten yang bisa melukai pihak lain.
  • Satgas PPK: ITB sudah menyiagakan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di seluruh kampusnya (Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta) sebagai tempat lapor kalau ada kejadian serupa.

Baca Juga : Viral Kasus Pelecehan Mahasiswa FHUI: Dihujat Habis Netizen

Pesan Buat Mahasiswa: Kritis Boleh, Serang Fisik/Verbal Jangan!

Lewat kejadian ini, mahasiswa didorong untuk tetap berpendapat dan melontarkan kritik secara konstruktif tanpa harus menyerang atau merendahkan orang lain. Intinya, jadi mahasiswa yang cerdas intelektual sekaligus cerdas dalam beretika. (Aye/sg)