Suaragong.com – Pengguna Netflix Inc. dilaporkan menghabiskan lebih sedikit waktu menggunakan layanan streaming tersebut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi indikasi terbaru melemahnya keterlibatan pengguna (engagement) di perusahaan hiburan global tersebut.
Pengguna Netflix Makin Jarang Buka Aplikasi, Ada Apa Sebenarnya?
Berdasarkan metrik internal perusahaan yang dikenal sebagai QPD (qualified play days), pelanggan tercatat tidak lagi membuka aplikasi sesering dulu. Meskipun total waktu yang dihabiskan di aplikasi sempat meningkat pada paruh pertama tahun ini. Kenaikan tersebut murni didorong oleh penambahan jumlah pelanggan baru, yang berarti rata-rata setiap individu justru menonton lebih sedikit.
Tren penurunan ini mulai muncul setelah Netflix memperketat kebijakan berbagi kata sandi pada 2022. Meski para eksekutif awalnya menganggap hal tersebut bersifat sementara, tren penurunan terus berlanjut hingga memicu kekhawatiran bahwa pengguna mulai merasa layanan Netflix kurang bernilai. Dan parahnya mungkin bisa beralih ke platform pesaing.
Co-Chief Executive Officer Netflix, Ted Sarandos, dalam konferensi telepon dengan para analis mengakui bahwa jumlah penonton di Amerika Serikat (AS) tidak tumbuh secepat yang diharapkan. Data dari perusahaan pelacak aplikasi Apptopia turut mengonfirmasi tren ini. Di mana proporsi pelanggan AS yang tidak membuka aplikasi meningkat 16,6% pada kuartal III dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati demikian, kinerja di luar AS dilaporkan berjalan baik dan tingkat pelanggan yang berhenti berlangganan (churn) di AS masih bertahan stabil di angka 2%—yang terendah di industri. Netflix juga menyatakan bahwa kenaikan harga langganan tidak memicu lonjakan pembatalan massal.
Namun di sisi lain, saham Netflix telah merosot sekitar 29% sepanjang tahun ini akibat kekhawatiran investor terhadap perlambatan pertumbuhan. Perusahaan juga melaporkan perlambatan pertumbuhan pendapatan selama tiga kuartal berturut-turut. Proyeksi penjualan iklan yang berada di bawah target, serta tantangan dalam melahirkan judul-judul film dan serial hit baru.
Langkah Strategis dan Perombakan Pimpinan
Untuk meredam kekhawatiran investor dan mendongkrak kembali performa platform, jajaran eksekutif termasuk Co-CEO Greg Peters menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi. Netflix telah memperluas kategori konten ke ranah podcast dan siaran olahraga langsung.
Sebagai respons cepat atas melemahnya kinerja di AS, Netflix juga melakukan perombakan besar di tingkat kepemimpinan. Perusahaan resmi memecat Chief Content Officer Bela Bajaria dan pimpinan divisi film Dan Lin, serta memangkas 6% dari total karyawannya. Posisi strategis selanjutnya akan diisi oleh Peter Rice, eksekutif berpengalaman yang pernah berkarier di Walt Disney Co. dan 21st Century Fox, untuk memimpin strategi konten global perusahaan. (Aye/sg)







