Akses Pendidikan Diperluas, Surabaya Siapkan 3 PAUD Negeri Baru
Share
SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus ngebut memperluas akses pendidikan anak usia dini (PAUD). Tahun ajaran 2026/2027 nanti, tiga PAUD negeri baru dipastikan mulai beroperasi. Program ini jadi bagian dari komitmen besar Pemkot Surabaya dalam mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang kini juga mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
Akses Pendidikan Diperluas, Surabaya Siapkan 3 PAUD Negeri Baru
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa langkah ini difokuskan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah (MBR).
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan dasar,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Manfaatkan Aset Pemkot, Tiga Lokasi Disiapkan
Untuk merealisasikan program ini, Pemkot Surabaya melakukan pemetaan aset milik daerah yang kemudian direhabilitasi menjadi PAUD negeri.
Tiga lokasi yang disiapkan meliputi:
- Pasar Nambangan → layanan Kelompok Bermain (KB), kapasitas 12 anak
- SDN Sidotopo 4 → layanan satu atap (TK, KB, dan TPA)
- Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan → layanan TK
Langkah ini dinilai efektif karena tidak perlu membangun dari nol, tapi memaksimalkan fasilitas yang sudah ada.
Target Besar: Zero Anak PAUD Tak Terlayani
Saat ini, jumlah peserta didik PAUD di Surabaya sudah menembus angka 100 ribu anak. Meski begitu, Pemkot belum puas.
Target besarnya jelas: nol persen anak usia PAUD yang tidak terlayani.
Untuk mencapai target tersebut, verifikasi lapangan terus dilakukan hingga level kecamatan dan kelurahan.
“Kami ingin memastikan semua anak usia dini benar-benar terdata dan masuk dalam layanan pendidikan,” jelas Rini.
Fokus Wilayah Padat dan Kualitas Layanan
Strategi lain yang disiapkan adalah membangun PAUD di wilayah padat penduduk agar lebih mudah diakses masyarakat.
Selain itu, kualitas layanan juga jadi perhatian utama. Baik PAUD negeri maupun swasta akan distandarisasi agar memberikan layanan pendidikan yang setara.
Mulai dari TK, Kelompok Bermain (KB), hingga layanan penitipan anak, semuanya diarahkan untuk memenuhi standar minimal pendidikan dari Dinas Pendidikan.
Anggaran Miliaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemkot Surabaya juga menggelontorkan anggaran besar untuk sektor ini.
Tahun 2026, sekitar Rp5 miliar disiapkan untuk:
- Beasiswa bagi 7.000 anak PAUD
- Dukungan jasa pelayanan untuk 8.000 pendidik PAUD
Langkah ini jadi bukti bahwa investasi pendidikan tidak hanya soal bangunan, tapi juga kualitas SDM.
Baca Juga : Surabaya Deklarasikan Sekolah Ramah Digital 2026
Harapan: Pendidikan Lebih Inklusif dan Merata
Dengan berbagai strategi ini, Pemkot Surabaya berharap seluruh anak usia dini bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan merata.
Mulai dari anak di kawasan padat, hingga dari keluarga kurang mampu, semuanya diupayakan tetap terjangkau layanan PAUD.
“Yang terpenting, tidak ada satu pun anak Surabaya yang tertinggal,” pungkasnya. (Aye/sg)

