Type to search

Kota Batu Pemerintahan

Aktivasi JKN Bisa 24 Jam, Pemkot Batu Prioritaskan Warga Tidak Mampu

Share
Aktivasi JKN Bisa 24 Jam, Pemkot Batu Prioritaskan Warga Tidak Mampu

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Batu terus berupaya mengoptimalkan kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi menjamin akses layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi strategi optimalisasi kepesertaan JKN yang digelar di Graha Pancasila Kota Batu, Jumat (13/3/2026).

Aktivasi JKN Bisa 24 Jam, Pemkot Batu Prioritaskan Warga Tidak Mampu

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja menjelaskan, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan bantuan premi kesehatan agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Masih Ada Ribuan Warga Belum Terdaftar

Aditya mengungkapkan, meski tingkat kepesertaan aktif JKN di Kota Batu telah mencapai sekitar 80 persen, masih terdapat ketimpangan dalam struktur kepesertaan.

Kontribusi peserta dari segmen mandiri masih tergolong rendah, yakni hanya sekitar 9 persen.

Di sisi lain, terdapat sekitar 9.600 warga dalam kategori desil 1–5 (masyarakat prasejahtera) yang belum memiliki jaminan kesehatan.

“Ini tugas pemerintah untuk mengaktifkan mereka. Kami akan memperbaiki data mana warga yang belum masuk dan mana yang sudah masuk tapi ternyata berada di desil tinggi,” ujar Aditya.

Untuk mempercepat pemerataan kepesertaan, Pemkot Batu menerapkan mekanisme aktivasi cepat JKN bagi masyarakat kurang mampu.

Bagi warga yang masuk kategori desil 1–5, kartu JKN dapat langsung diaktifkan dalam waktu 24 jam melalui Dinas Kesehatan Kota Batu.

“Jika masuk desil 1–5, akan langsung kami aktifkan. Untuk desil 6–10 yang mengalami kondisi darurat, Pemkot tetap hadir membantu, namun bersifat sementara,” jelasnya.

Baca Juga :Pemkot Batu Gercep Tekan Inflasi: Pasar Murah di Among Tani Pakai Subsidi & QRIS!

Anggaran Premi Rp3 Miliar per Bula

Pada tahun ini, Pemkot Batu mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar setiap bulan untuk membayar premi JKN bagi masyarakat.

Meski terdapat sedikit penyesuaian anggaran, pemerintah tetap melakukan evaluasi secara selektif agar target Universal Health Coverage (UHC) tetap berada di atas 80 persen.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang, Erra Widayati, mengapresiasi komitmen Pemkot Batu dalam mendukung keberlanjutan program JKN.

Menurutnya, Kota Batu bahkan telah melunasi seluruh kewajiban premi tahunan sehingga memperoleh penghargaan UHC Award 2025.

Namun, ia juga menyoroti masih tingginya angka tunggakan pada segmen peserta mandiri karena sebagian masyarakat menunggu bantuan pemerintah saat sakit.

Meski demikian, Erra memuji langkah cepat Pemkot Batu dalam melakukan pemutakhiran data penerima bantuan iuran.

“Pada Februari lalu ada 974 data PBI JK yang dinonaktifkan karena perubahan status ekonomi. Lalu pada Maret ada sekitar 1.600 peserta yang beralih ke PBI Pemda,” jelasnya.

Pergerakan data tersebut dinilai cukup signifikan dibanding daerah lain.

“Di daerah lain mungkin hanya puluhan atau ratusan, tetapi di Kota Batu bisa mencapai ribuan dalam sebulan. Terima kasih kepada Pemkot Batu atas dukungannya terhadap keberlanjutan program JKN,” pungkasnya. (Mf/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like