Type to search

Probolinggo

Banjir Rendam Lima Kecamatan, Pemkab Kabupaten Probolinggo Turun Tangan

Share
Banjir Hingga 1,5 Meter, Lima Kecamatan di Probolinggo Dikepung Air

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat merespons bencana banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah dalam beberapa hari terakhir. Tingginya curah hujan menyebabkan debit sungai melonjak, tanggul jebol, dan permukiman warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Banjir Hingga 1,5 Meter, Lima Kecamatan di Probolinggo Dikepung Air

Sebelumnya, jajaran pemerintah daerah telah meninjau jembatan putus di Kecamatan Pakuniran pada Sabtu (21/2/2026). Namun situasi kembali memburuk setelah laporan tanggul jebol di pinggiran sungai masuk pada Minggu (22/2/2026) dini hari, yang mengakibatkan genangan meluas ke kawasan permukiman.

Lima Kecamatan Terdampak

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir melanda lima wilayah yakni Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading, dan Kotaanyar (Desa Tambak Ukir).

Genangan air menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh di sejumlah titik. Beberapa rumah terendam, sementara akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Kondisi tersebut menuntut koordinasi intensif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyebut banjir di Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.

“BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sedangkan lansia dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan,” ujarnya.

Evakuasi dilakukan bertahap dengan prioritas kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan warga sakit.

Sekda Tinjau Langsung Lokasi

Atas arahan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Saya mewakili Bupati dan Wakil Bupati meninjau langsung kondisi masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain memantau evakuasi, Sekda juga berdialog dengan warga guna mengetahui kebutuhan mendesak di lapangan.

Di wilayah Patemon, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, rombongan menemukan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai dan memperparah luapan air. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Baca Juga : Anak Hanyut di Paiton, Bupati Probolinggo Turun Langsung Dampingi Keluarga Korban

Evaluasi Tanggul dan Normalisasi Sungai

Pemerintah daerah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul serta normalisasi aliran sungai guna mencegah banjir serupa terulang.

“Kita tidak boleh lengah. Selain penanganan darurat, langkah pencegahan harus dilakukan. Kesadaran masyarakat menjaga sungai juga sangat penting,” kata Ugas.

Normalisasi sungai menjadi prioritas, khususnya di titik rawan sedimentasi dan penumpukan sampah. Upaya struktural ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian banjir di masa mendatang.

Bantuan Darurat untuk Warga

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Probolinggo menyalurkan bantuan darurat berupa nasi bungkus untuk kebutuhan sahur warga terdampak.

“Kehadiran pemerintah bukan hanya memantau, tetapi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Distribusi bantuan dilakukan langsung oleh jajaran terkait agar tepat sasaran. Pemerintah juga menyiapkan bantuan lanjutan jika banjir belum surut sepenuhnya.

Koordinasi Lintas Sektor

Pemkab memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal. Sinergi antara BPBD, TNI, Polri, dinas teknis, dan relawan menjadi kunci percepatan penanganan.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan guna mengurangi risiko banjir di masa depan.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi berkelanjutan, terutama di wilayah dengan banyak aliran sungai dan curah hujan tinggi.

Dengan respons cepat, koordinasi solid, dan dukungan masyarakat, pemerintah daerah optimistis kondisi akan segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Tags:

You Might also Like