Type to search

Ekonomi

Bank Jatim Ngebut di 2025, Laba Naik dan Aset Tembus Ratusan Triliun

Share
Di tengah persaingan industri perbankan yang makin sengit, Bank Jatim berhasil menutup tahun 2025 dengan performa Baik

SUARAGONG.COM – Di tengah persaingan industri perbankan yang makin sengit, Bank Jatim berhasil menutup tahun 2025 dengan performa yang terbilang solid dan stabil.

Bank Jatim Ngebut di 2025, Laba Naik 20% dan Aset Tembus Rp105 Triliun

Hal ini terungkap dalam pemaparan kinerja keuangan yang digelar di Hotel Discovery SCBD, Jakarta, Senin (30/3/2026). Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyebut berbagai strategi sudah dijalankan untuk menjaga ritme bisnis tetap on track di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Manajemen fokus menjaga keseimbangan dana pihak ketiga, memperbesar dana murah, hingga menerbitkan obligasi untuk menjaga stabilitas pendanaan,” jelasnya.

Laba & Aset Sama-sama Nanjak

Secara angka, performa Bank Jatim memang cukup “nendang”. Total aset per 2025 berhasil menyentuh Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, laba bersih juga ikut naik signifikan jadi Rp1,54 triliun—melonjak 20,65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit pun tetap tumbuh, meski dengan pendekatan yang lebih selektif. Total kredit mencapai Rp67,2 triliun, naik 4,98 persen.

Komposisinya:

  • Kredit konsumer: Rp36,54 triliun (naik 6,20%)
  • Kredit produktif: Rp30,7 triliun (naik 3,55%)

Strategi ini fokus ke sektor yang dinilai punya prospek bagus, sambil tetap menjaga kualitas aset agar tetap sehat.

Digital Banking Makin Ngebut

Di era serba digital, Bank Jatim juga nggak mau ketinggalan. Layanan digital mereka lewat JConnect justru jadi salah satu motor pertumbuhan baru.

  • JConnect Mobile: 993.972 user (naik 22,40%)

  • Total transaksi: Rp65,77 triliun (naik 29,55%)

  • QRIS user: 203.725 (naik 47,25%)

Angka ini nunjukin kalau transformasi digital yang mereka jalankan mulai “kena” di masyarakat.

Jadi Induk 5 BPD, Siap Ekspansi Lebih Luas

Salah satu langkah besar di 2025, Bank Jatim resmi jadi induk dari lima Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

Langkah ini bikin posisi Bank Jatim makin kuat, terutama dari sisi permodalan dan sinergi bisnis.

“Di 2026, kami akan fokus memaksimalkan sinergi bisnis dan keuangan,” tambah Winardi.


Fokus Perbaikan Kredit Bermasalah

Nggak cuma ekspansi, Bank Jatim juga serius beresin kualitas kredit. Salah satu langkahnya adalah melakukan hapus buku kredit sebesar Rp1,03 triliun, dengan recovery rate 18,6 persen.

Selain itu, restrukturisasi kredit juga dilakukan untuk membantu debitur yang terdampak, dengan total nilai mencapai Rp4,17 triliun.


Optimis Tetap Tumbuh

Dengan strategi yang cukup lengkap—mulai dari penguatan dana murah, digitalisasi, sampai sinergi antar BPD—Bank Jatim optimistis bisa terus tumbuh dan memperluas market share.

Apalagi didukung jaringan kantor yang luas dan layanan digital yang makin fleksibel, bikin nasabah bisa transaksi kapan saja dan di mana saja.

Singkatnya, 2025 jadi bukti kalau Bank Jatim masih solid di tengah tekanan ekonomi. Tinggal bagaimana mereka menjaga momentum ini di 2026. (Wahyu/AYE/SG)

Tags:

You Might also Like