Type to search

Kesehatan Malang

Belum Ada Superflu di Kota Malang, Dinkes Tetap Mode Siaga

Share
Hingga kini belum ada satu pun temuan kasus suspek, probable, maupun terkonfirmasi superflu, Namun Dinkes Kota Malang tetap mode siaga

SUARAGONG.COM – Kabar soal superflu alias influenza A (H3N2) subclade K memang bikin banyak orang waswas. Tapi buat warga Kota Malang, kabar baiknya: belum ada satu pun temuan kasus suspek, probable, maupun terkonfirmasi superflu hingga saat ini. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tak mau lengah. Pemantauan terus dilakukan secara intensif lewat fasilitas kesehatan sentinel yang sudah ditetapkan.

Superflu Bikin Deg-degan, Dinkes Kota Malang Pastikan Belum Ada Kasus

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pemantauan superflu dilakukan di dua titik utama. Puskesmas Dinoyo berfungsi sebagai sentinel Influenza Like Illness (ILI), sementara RSUD Saiful Anwar menjadi sentinel Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Dari dua fasilitas ini, sampel pasien rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.

“Kami akan meminta rekap data pemeriksaan dari Juli sampai Desember 2025 untuk memastikan apakah ada influenza A (H3N2) subclade K. Semua hasil konfirmasi tetap dikeluarkan oleh BBLKM Surabaya,” ujar Husnul.

Apa Itu Superflu dan Kenapa Perlu Diwaspadai?

Husnul menjelaskan, superflu merupakan virus influenza A yang mengalami mutasi menjadi H3N2. Secara kasat mata, gejalanya memang mirip flu biasa. Namun bedanya, dampaknya bisa jauh lebih berat.

“Awalnya masuk kategori suspek karena mirip flu, tapi lebih berat. Lalu ada probable dengan tambahan gejala, dan terakhir konfirmasi melalui pemeriksaan whole genome sequencing,” jelasnya.

Penderitanya bisa mengalami penurunan kondisi tubuh secara drastis, nyeri badan hebat, sulit beraktivitas, hingga gangguan pernapasan akibat produksi lendir berlebih.

Baca Juga : Super Flu Lagi Viral: Menkes Tegaskan Nggak Seganas Covid

Kasus Nasional Sudah Ada, Malang Tetap Aman

Secara nasional, superflu telah terdeteksi sejak Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Meski Kota Malang masih nihil kasus, Dinkes tetap menyiapkan langkah antisipasi. Faktor cuaca ekstrem, pola hidup, serta menurunnya kesadaran penggunaan masker pascapandemi disebut bisa memperbesar risiko penularan.

“Mutasi virusnya sudah ada. Tapi perilaku masyarakat, termasuk jarangnya pakai masker, juga berpengaruh,” kata Husnul.

Edukasi Jalan, Layanan Kesehatan Disiagakan

Dinkes Kota Malang memastikan skrining kesehatan tetap berjalan lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup seluruh kelompok usia. Dukungan layanan kesehatan juga diperkuat dengan keberadaan 16 puskesmas, 33 puskesmas pembantu, dan 642 posyandu aktif.

Tenaga kesehatan pun diinstruksikan untuk terus mengedukasi masyarakat soal superflu dan langkah pencegahannya.

“Edukasi terus kami lakukan supaya masyarakat paham, waspada, tapi tidak panik,” pungkas Husnul. (fat/aye/sg)

Tags:

You Might also Like