Bersih-bersih Bromo Jelang Ramadan, Petugas Kumpulkan Satu Ton Sampah
Share
SUARAGONG.COM – Aksi bersih-bersih Bromo jelang Ramadan dilakukan oleh 150 petugas gabungan dan relawan, Kamis pagi (12/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, total satu ton sampah berhasil dikumpulkan dari sejumlah titik strategis di kawasan wisata.
Bersih-bersih Bromo Jelang Ramadan, 150 Petugas Kumpulkan Satu Ton Sampah
Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimka Sukapura, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), pelaku wisata, komunitas pecinta alam, serta masyarakat sekitar. Aksi gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian bersama menjaga kelestarian kawasan wisata unggulan Jawa Timur tersebut.
Dibagi di Sejumlah Titik Strategis
Bersih-bersih Bromo jelang Ramadan dilakukan di beberapa area, mulai dari jalan masuk menuju lautan pasir, area lautan pasir, Lembah Watangan, hingga sekitar Pura Agung Poten Luhur.
Pembagian lokasi ini bertujuan agar proses pengumpulan sampah lebih efektif mengingat luasnya kawasan terbuka di Gunung Bromo. Dengan distribusi personel yang merata, proses pembersihan dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.
Sebagai destinasi wisata berskala internasional yang berada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Gunung Bromo setiap tahunnya dikunjungi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Tingginya aktivitas wisata turut berdampak pada meningkatnya timbulan sampah, terutama sampah plastik.
Tindak Lanjut Instruksi Presiden
Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala mengatakan, kegiatan bersih-bersih Bromo jelang Ramadan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait gerakan kebersihan di destinasi wisata.
“Bersih-bersih sampah di kawasan Bromo menjelang bulan Ramadan ini diikuti 150 orang dari berbagai pihak. Kami membagi peserta di beberapa area untuk mempercepat pengambilan sampah,” ujarnya.
Momentum menjelang Ramadan juga dimanfaatkan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang akan berkunjung, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.
Satu Ton Sampah Terkumpul
Selama kurang lebih satu jam kegiatan berlangsung, total satu ton sampah berhasil dikumpulkan. Sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan dua truk dan tiga mobil pikap.
Sebagian besar sampah yang terkumpul berupa sampah plastik, seperti botol bekas air minum dan kemasan makanan. Dominasi sampah plastik menjadi perhatian karena membutuhkan waktu lama untuk terurai dan berpotensi merusak ekosistem kawasan konservasi.
Baca Juga : Penutupan Bromo Wulan Kapitu 2026 Wisata Dihentikan Sementara
Harapan untuk Wisatawan
Kapolsek Sukapura mengimbau wisatawan agar tidak meninggalkan sampah di kawasan wisata.
“Kami berharap wisatawan yang berkunjung ke Bromo selalu menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah. Sebaiknya sampah dibawa terlebih dahulu, kemudian dibuang di hotel atau tempat transit,” tambahnya.
Kesadaran wisatawan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lautan pasir Bromo. Partisipasi aktif pengunjung tidak hanya menjaga keindahan visual, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dukungan Komunitas Pecinta Alam
Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, menyebut pihaknya turut ambil bagian dalam bersih-bersih Bromo jelang Ramadan karena ingin destinasi wisata alam tersebut tetap eksotik dan bebas dari sampah.
“Alhamdulillah, ratusan peserta berhasil mengumpulkan sampah hingga memenuhi lima kendaraan, baik truk maupun pikap,” ujarnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi destinasi wisata lainnya. Upaya kolektif menjaga kebersihan dinilai penting demi mempertahankan Bromo sebagai ikon pariwisata nasional yang tetap asri dan lestari. (Duh/Aye/sg)

