Type to search

News

BGN Buka Opsi Kirim MBG ke Rumah Siswa saat Libur Sekolah

Share
BGN Buka Opsi Kirim MBG ke Rumah Siswa saat Libur Sekolah

SUARAGONG.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk mengantisipasi perubahan kehadiran siswa, BGN membuka opsi distribusi makanan bergizi baik melalui sekolah maupun dikirim langsung ke rumah siswa.

Buka Opsi: MBG Akan Diantar Ke Rumah Siswa Saat Libur Sekolah

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, mekanisme distribusi MBG selama libur sekolah dibuat fleksibel agar pemenuhan gizi anak tetap terjaga.

“Untuk mengantisipasi perubahan kehadiran siswa, makanan bisa dibagikan langsung di sekolah atau dikirim ke rumah masing-masing siswa,” ujar Dadan.

4 Hari Awal Libur, MBG Disiapkan dalam Bentuk Siap Santap

Dadan menjelaskan, pada awal masa libur sekolah, BGN menyiapkan makanan siap santap untuk maksimal empat hari. Menu yang diberikan terdiri dari bahan pangan bergizi seperti telur, buah, susu, serta abon atau dendeng.

Skema ini bertujuan agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi meskipun tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Baca Juga : Program MBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah?

Teknis Distribusi Diserahkan ke SPPG

Terkait mekanisme pengiriman makanan ke rumah siswa, Dadan menyebut teknis pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberikan kewenangan untuk menentukan pola distribusi yang paling efektif.

“Diserahkan ke SPPG masing-masing teknisnya,” ucapnya.

SPPG juga diminta melakukan pendataan untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran selama masa libur.

Distribusi untuk Ibu Hamil dan Balita Tetap Normal

Sementara itu, untuk kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, penyaluran Program MBG tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan.

Namun, khusus untuk peserta didik, pola distribusi akan disesuaikan dengan tingkat kehadiran siswa selama libur sekolah.

“Masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” kata Dadan.

BGN menegaskan kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga kesinambungan pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, sekaligus memastikan Program MBG tetap optimal selama periode libur panjang. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like