Type to search

Gaya Hidup

Broken Strings Aurelie Grooming Kisah Nyata yang Bikin Merinding

Share
Broken Strings Aurelie grooming

SUARAGONG.COM – Jadi gini, belakangan ini Broken Strings Aurelie grooming itu lagi banget dibahas di medsos dan berita lifestyle. Kenapa? Karena aktris dan penyanyi Indonesia Aurelie Moeremans buka-bukaan tentang masa lalunya yang gelap lewat memoar berjudul Broken Strings Fragments of a Stolen Youth dan ceritanya itu bukan fiksi, gaes. Ini pengalaman nyata waktu ia masih remaja. Buku ini ia bagikan gratis lewat link di Instagramnya, dan dalam sana ia cerita tentang bagaimana dirinya pernah menjadi korban grooming ketika baru berusia 15 tahun yang secara gak langsung ngubah seluruh hidupnya.

Apa Itu Grooming Sebenarnya?

Sebelum bahas buku Broken Strings, penting paham dulu apa itu grooming. Dalam konteks Broken Strings Aurelie grooming, grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa buat mendekati anak atau remaja dengan niat buruk seperti eksploitasi atau pelecehan seksual. Grooming nggak langsung kayak kekerasan fisik yang jelas terlihat. Justru prosesnya halus banget si pelaku perlahan bikin korban merasa nyaman dulu lewat perhatian, pujian, sampai hadiah. Lembaga perlindungan anak bilang ini terjadi supaya anak makin tergantung secara emosional dan sulit melihat niat buruk pelaku.

Baca juga: Langkah Kaki Sang Kaiju Kembali: Toho Umumkan Rilis Godzilla Minus Zero

Tahapan Grooming Halus Tapi Mengerikan

Kalau dibaca dari memoar Aurelie dan penjelasan para ahli, proses grooming biasanya lewat tahapan seperti:

  1. Bangun kepercayaan, pelaku berperan jadi orang dewasa yang baik, paham dan perhatian ke anak atau remaja.
  2. Hadiah dan perhatian berlebih, bukan sekedar perhatian biasa pelaku sering ngasih hadiah atau pujian demi bikin korban merasa istimewa.
  3. Isolasi, korban pelan-pelan dijauhkan dari teman dan keluarga.
  4. Kontrol dan rahasia, setelah punya ikatan. Pelaku mulai buat aturan sendiri, bikin rahasia yang bikin korban takut melapor.

Ini tahapannya bisa beda-beda, dan nggak semua harus terjadi urut gitu tapi tujuannya sama mendekatkan pelaku ke korban secara personal sebelum niat buruknya muncul.

Baca juga: Disney Umumkan Pemeran Rapunzel & Flynn Rider untuk Tangled Live Action

Tanda-Tanda Grooming yang Sering Terlewat

Grooming itu tricky banget karena bisa tampak kayak perhatian biasa. Ini beberapa tanda yang sering muncul tapi sering disalahartikan:

  • Hubungan terlalu dekat dengan orang dewasa yang jauh lebih tua
  • Selalu merahasiakan percakapan atau HP dari orang tua.
  • Menerima hadiah yang asal-usulnya gak jelas
  • Sering hilang tanpa kabar
  • Mengubah perilaku tiba-tiba lebih tertutup, lebih diam

Yang bikin ngeri, beberapa tanda ini mirip banget sama perilaku normal remaja jadi banyak orang tua bisa kelewatan kalau gak peka.

Baca juga: Papa Zola The Movie Siap Tayang Januari Ini di Indonesia

Cerita Aurelie Dari Masa Remaja yang Terambil

Dalam Broken Strings, Aurelie cerita jujur banget tentang masa remajanya di mana ia terjebak dalam hubungan yang awalnya kelihatan baik, tapi lama-lama jadi kontrol emosi yang kuat. Ia bilang hubungan itu dimulai saat ia baru 15 tahun, sementara pria yang bersangkutan jauh lebih tua dan perlahan Aurelie jadi merasa terseret dalam manipulasi hubungan yang gak sehat.

Aurelie sendiri baru bisa memahami itu semua setelah dewasa. Di memoir itu ia gak romantiskan kejadian itu justru apa adanya manipulasi, kontrol, sampai proses ia belajar menyelamatkan diri sendiri.

Baca juga: Agak Laen Menyala Pantiku! Pecah Rekor dan Salip Jumbo

Kenapa Banyak Korban Gak Lapor?

Sering banget grooming gak dilaporin karena korban:

  • Gak sadar itu grooming duluan
  • Ngerasa punya hubungan spesial dengan pelaku
  • Taku gak dipercaya atau dianggap drama
  • Malu atau merasa berasalah sendiri

Makanya keberanian Aurelie buka-bukaan lewat buku jadi semacam wake-up call buat banyak orang terutama remaja dan orang tua.

Baca juga: Stranger Things 5 Rating Turun Penonton Meledak

Dampaknya Gak Cuma Fisik Tapi Emosional

Grooming bukan sekadar pacaran di bawah umur. Ini soal manipulasi psikologis yang bisa ngefek panjang banget ke cara korban melihat diri sendiri, hubungan, dan rasa aman. Banyak penyintas cerita mereka baru sadar itu dampaknya ketika udah dewasa dan lagi proses healing.

Baca juga: Tommy Shelby Kembali Beraksi di Peaky Blinders The Immortal Man

Belajar dari Broken Strings Yuk Lebih Peduli

Kesimpulannya, Broken Strings Aurelie grooming bukan sekadar judul buku viral. Ini juga panggilan buat kita semua terutama Gen Z dan orang tua supaya:

  • Lebih peka terhadap tanda grooming
  • Gak meremehkan cerita anak
  • Ngomongin batasan hubungan sehat versus manipulatif
  • Bela korban tanpa stigma

Kisah Aurelie berhasil bikin kita nggak cuma ngerti definisi grooming secara teori, tapi juga merasakan dampaknya secara emosional. (dny)

Tags: