Cuaca Ajak Gelud: BPBD Perpanjang Status Darurat Gara-Gara Pancaroba
Share
SUARAGONG.COM – Guys, sepertinya cuaca lagi pengen ngajak ‘gelut’. Memasuki musim pancaroba alias masa transisi yang unpredictable, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo nggak mau ambil risiko. Mereka resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana sampe 30 Juni 2026!
Siaga Satu Sampe Juni : BPBD Probolinggo Perpanjang Status Darurat Gara-Gara Pancaroba
Kenapa harus diperpanjang? Soalnya, dari Maret sampe April ini adalah puncaknya cuaca ekstrem. Angin kencang, hujan badai, sampai puting beliung bisa dateng tiba-tiba kayak mantan yang minta balikan.
“Pancaroba Picu Potensi Cuaca Ekstrem” Kalaksa BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, ngejelasin kalau berdasarkan prediksi, curah hujan di April masih tinggi banget. Mei mulai turun, dan baru di Juni kita masuk musim kemarau.
“Bencana kayak banjir dan tanah longsor masih mendominasi dari awal tahun. Bahkan pas libur Lebaran kemarin, ada tambahan masalah kebakaran sama krisis air bersih gara-gara PDAM error,” beber Oemar.
Status Darurat Lanjut Terus! Melihat progres penanganan bencana yang masih jalan dan potensi bahaya yang belum reda, usulan perpanjangan status darurat pun disetujui. Awalnya status ini berakhir 31 Maret, tapi sekarang diperpanjang biar pemerintah punya ruang buat beresin masalah secara optimal.
BPBD Gercep SAE
“BPBD Gercep SAE”: Sistem Anti-Lelet Biar penanganannya makin sat set sat set, BPBD Probolinggo nge-optimalken SOP baru yang namanya “BPBD Gercep SAE”. Konsep ini fokus pada respons cepat, terintegrasi, dan berbasis wilayah.
Artinya, pemerintah kecamatan dan desa didorong jadi garda terdepan. Camat dituntut jadi “manajer risiko wilayah” yang sigap bertindak tanpa harus nunggu instruksi dari pusat.
Baca Juga : Ada Yang Ikutan Mudik: BMKG Peringatkan Hujan Lebat 25-27 Maret!
Siap-Siap Menuju Kemarau
Persiapan Menuju Kemarau Nggak cuma fokus sama hujan, BPBD juga udah mulai prepare hadapi musim kemarau. Krisis air bersih dan kebakaran hutan/lahan jadi perhatian utama. Koordinasi lintas sektor udah mulai digencarkan biar Jatim tetep adem ayem.
Cuaca lagi nggak menentu, jadi kesiapsiagaan itu HARGA MATI. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak jadi kunci keberhasilan buat hadapi situasi ini. Stay safe, guys! (Duh/Aye/sg)

