Type to search

Daerah

Dapur Warga Probolinggo Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku

Share
Dapur Warga Probolinggo Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku Ft : Dapur Warga Probolinggo Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku, Sc : Duh

Suaragong.com – Kejadian nahas menimpa Munara, 63, warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dapur semipermanennya terbakar pada Minggu (2/3/2025) siang, menyebabkan kerusakan parah pada bagian dapur dan sebagian rumahnya. Peristiwa ini diduga dipicu oleh tungku yang belum sepenuhnya padam.

Menurut keterangan cucu korban, Untung Ali, 27, sang nenek sempat memasak air menggunakan tungku sebelum meninggalkan rumah untuk membeli tahu di toko depan gang. “Hanya sekitar 15 menit, tapi mungkin api di tungku belum padam sepenuhnya, sehingga api menjalar ke barang-barang di samping tungku,” ujar Untung.

Api Berkobar dengan Cepat

Kepulan asap pertama kali terlihat oleh warga yang tinggal di belakang rumah Munara. Tanpa menunggu lama, seorang tetangga langsung memberi tahu Untung mengenai kebakaran yang mulai membesar.

“Saya langsung lari mengecek. Ternyata api sudah besar,” ungkap Untung. Sayangnya, dapur yang sebagian besar terbuat dari anyaman bambu serta adanya kayu kering di sekitar tungku membuat api cepat membesar dan merembet ke bagian lain rumah.

Tak hanya dapur, kobaran api juga menjalar hingga ke atap dan bagian atas dinding rumah yang terbuat dari bambu. “Sempat menjalar ke sisi timur, akhirnya atap rumah juga rusak dan bagian atas dinding yang dari anyaman bambu ikut terbakar,” tambah Untung.

Warga Berusaha Memadamkan Api

Melihat api semakin membesar, warga sekitar segera bergerak cepat melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Mereka juga langsung menghubungi tim pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Probolinggo untuk meminta bantuan.

Setelah mendapat laporan sekitar pukul 10.13, tim Damkar segera meluncur ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam. Setibanya di lokasi, petugas menghadapi tantangan akses ke titik api yang terhalang pagar bambu, sehingga mereka harus menjebol pagar untuk mempercepat proses pemadaman.

“Proses pemadaman memakan waktu sekitar 30 menit. Sekitar pukul 10.45, api berhasil dipadamkan dan situasi kembali kondusif,” jelas Humas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Nanang Effendy.

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Dihitung

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses estimasi oleh pihak korban. Dapur dan sebagian rumah Munara mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian atap dan dinding yang terbuat dari bambu.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan api benar-benar padam setelah memasak, terutama saat menggunakan tungku tradisional. Langkah pencegahan seperti memastikan lingkungan sekitar dapur bebas dari bahan yang mudah terbakar juga sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Dengan adanya musibah dapur terbakar ini, diharapkan warga probolinggo lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan api di dalam rumah. Kesadaran akan bahaya kebakaran serta respons cepat dari warga dan tim pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam meminimalisir dampak dari kejadian seperti ini. Tetap waspada dan selalu prioritaskan keselamatan!

Baca Juga : Desa Watuwungkuk di Probolinggo Percantik Diri dengan 200 Pohon Tabebuya!

Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : InstagramFacebook, dan X (Twitter). (Duh/Fz/Sg).

Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *