Type to search

Malang

Dishub Kota Malang Tata Arus Lalu Lintas untuk Antisipasi Kegiatan Maba UB 2025

Share
Menyambut kegiatan PKKMB Universitas Brawijaya (UB) 2025, Dishub Kota Malang mulai menerapkan rekayasa lalu lintas untuk antisipasi kemacetan

SUARAGONG.COM – Menyambut kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Brawijaya (UB) 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kemacetan. Penataan ini berlaku sejak Senin (11/8/2025) hingga Rabu (13/8/2025), mengingat jumlah mahasiswa baru tahun ini mencapai sekitar 17.000 orang.

Dishub Kota Malang Tata Arus Lalu Lintas untuk Antisipasi Kegiatan Maba UB 2025

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan UB untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar di kawasan kampus selama rangkaian PKKMB berlangsung. Beberapa langkah strategis dilakukan, salah satunya menutup putar balik (U-turn) di depan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang selama ini dinilai menghambat arus kendaraan.

“Kami lakukan penutupan (U-turn) persis di depan Disdikbud. Itu harus kami tutup karena posisinya dekat persimpangan dan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas. Selain itu, beberapa titik juga kami berlakukan larangan parkir, terutama di area BNI, untuk mengurangi kepadatan,” ujar Widjaja.

Tidak hanya fokus di Jalan Veteran sebagai akses utama menuju UB. Dishub juga membagi arus kendaraan ke beberapa titik masuk. Hal ini bertujuan agar konsentrasi kendaraan tidak menumpuk di satu jalur.

“Kami sudah diskusikan agar pintu masuk tidak hanya di gerbang Veteran. Pihak kampus merespons positif rencana ini dan akan menerapkannya,” tambahnya.

Baca Juga : PKKMB UB 2025 Dimulai Subuh, Terapkan Simulasi Mobilisasi Penuh

Faktor Kepadatan 

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kegiatan penerimaan mahasiswa baru memang kerap menimbulkan lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Selain mobilitas maba dan keluarganya, kepadatan juga dipicu aktivitas normal warga sekitar.

“Maka ini kami koordinasikan secara matang. Tujuannya supaya tidak menimbulkan lonjakan atau bangkitan arus lalu lintas yang terlalu tinggi. Misalnya saat proses penerimaan, potensi badan jalan dipakai untuk parkir itu besar, sehingga perlu diantisipasi,” jelasnya.

Dishub berharap semua pihak, mulai dari mahasiswa, orang tua, hingga warga sekitar, dapat mematuhi aturan rekayasa lalu lintas sementara ini. Dengan demikian, kegiatan PKKMB UB 2025 dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan parah.

Kegiatan PKKMB sendiri menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, civitas akademika, serta kultur belajar di UB. Tahun ini, dengan jumlah peserta yang membludak, langkah antisipasi Dishub diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas dan memberi kenyamanan bagi semua pengguna jalan. (Aye/sg)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69