Type to search

Daerah Pemerintahan

DPRD Bukan ‘Dewa’, Agus Cahyono: Kami Penengah untuk Masalah Rakyat

Share
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono menegaskan DPRD bukan “dewa”, melainkan penengah antara aspirasi rakyat dan kebijakan

SUARAGONG.COM – Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Agus Cahyono, memberikan gambaran menarik tentang persepsi masyarakat terhadap wakil rakyat. Di tengah tingginya harapan publik, anggota dewan kerap dianggap sebagai “dewa” yang mampu menyelesaikan segala persoalan secara instan.

Agus Cahyono Ungkap Realita Aduan Warga: DPRD Bukan Dewa, tapi Penjembatan Aspirasi

Pengakuan itu disampaikan Agus saat menceritakan pengalamannya turun langsung ke daerah pemilihan (Dapil) IX yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi.

Legislator Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut mengungkapkan, aduan yang masuk ke meja dewan sangat beragam. Mulai dari persoalan kebijakan makro hingga urusan pribadi warga.

“Masyarakat itu menganggap anggota dewan seperti ‘dewa’. Apa yang dikeluhkan, harapannya anggota dewan bisa langsung membereskan. Mulai dari urusan infrastruktur jalan, fasilitas umum. Bahkan masalah pribadi seperti warga mau melahirkan tapi tidak punya BPJS, atau listrik belum terpasang, lapornya ke dewan,” ujar Agus Cahyono sambil tersenyum.

Peran DPRD Sebagai Penengah Aspirasi

Meski sering dianggap serba bisa, Agus menegaskan bahwa anggota DPRD memiliki batasan regulasi dan anggaran. Ia mencontohkan aspirasi warga pinggiran hutan yang meminta perbaikan jalan. Jika status lahan merupakan milik Perhutani, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi tidak dapat langsung masuk.

Di sinilah peran anggota dewan sebagai penengah dan komunikator menjadi sangat penting.

“Mungkin kita punya keterbatasan wewenang atau anggaran, tapi kita harus sampaikan dengan sebaik-baiknya agar masyarakat paham. Kami berfungsi sebagai penengah yang efektif antara kebutuhan rakyat dengan kebijakan pemerintah daerah,” jelas legislator asal Trenggalek tersebut.

Baca Juga : Agus Cahyono Minta Pemprov Jatim Pastikan Pemberian THR Tepat Waktu

Dorong Kepercayaan Publik Lewat Kinerja Nyata

Terkait rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga politik, Agus menekankan pentingnya evaluasi dua arah. Selain masyarakat yang harus cerdas dalam memilih, wakil rakyat juga wajib terus berbenah dan membuktikan kinerjanya.

“Masyarakat akan merasa dekat dengan pemerintah ketika aspirasinya diadvokasi atau terwujud. Kita sebagai insan politisi harus memperbaiki kinerja agar lembaga dewan ini betul-betul dicintai dan dipercaya kembali oleh rakyat,” tegasnya.

Ia juga mengajak konstituen untuk aktif menyampaikan aspirasi melalui berbagai kanal, baik pertemuan langsung, reses, maupun platform digital seperti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Politik itu bukan sekadar nyoblos, tapi ada dampak luar biasa dari sebuah partisipasi. Sampaikan aspirasi Anda, dan kami di Fraksi PKS akan berusaha maksimal untuk mengadvokasi hingga ke tingkat kebijakan,” pungkas Agus Cahyono. (Wahyu/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like