Type to search

Daerah Pemerintahan

DR Benjamin Minta Raperda Disabilitas Jatim Gak Cuma Jadi Kertas

Share
dr. Benjamin Minta Raperda Disabilitas Jatim Gak Cuma Jadi 'Kertas Doang'

SUARAGONG.COM – Kabar penting buat kalian yang peduli sama isu kemanusiaan! DPRD Provinsi Jawa Timur lagi serius nge-godok revisi Perda Disabilitas biar lebih up-to-date dan nggak kaku. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr. dr. Benjamin Kristianto, MKes., MARS., PHd., tegas bilang kalau Raperda Disabilitas ini jangan cuma jadi formalitas di atas kertas. Tapi harus bener-bener dirasakan manfaatnya di lapangan.

dr. Benjamin Minta Raperda Disabilitas Jatim Gak Cuma Jadi ‘Kertas Doang’

Prioritas Utama: No More Discrimination!

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di jalan Indrapura (9/4), dr. Benjamin nge-spill kalau implementasi di lapangan masih sering “pilih kasih” terhadap teman-teman disabilitas. Padahal, secara aturan, instansi pemerintah maupun swasta wajib banget nampung pegawai difabel minimal 2 persen dari total karyawan.

“Perda itu jangan hanya sampai sebatas kertas doang, tapi bener-bener bisa bermanfaat buat mereka yang punya kekurangan fisik maupun lainnya,” ujar pemilik RS Shella Medika ini. Beliau ingin hak-hak mereka terlindungi secara nyata, bukan cuma sekadar teori.

Wacana Pembentukan Satgas Khusus

Biar nggak cuma jadi wacana, dr. Benjamin usul adanya Satgas atau Komisi Khusus yang tugasnya jadi “polisi” pengawas di lapangan. Satgas ini fungsinya buat mastiin perusahaan atau instansi beneran ngasih kesempatan kerja dan fasilitas yang layak buat penyandang disabilitas. Jadi, kalau ada yang masih diskriminatif, bakal langsung kena pantau.

Baca Juga :Nekat Tunggak Nafkah, Urusan Adminduk di Surabaya Auto-Reject

Reminder: Disabilitas Bisa Kena Siapa Saja!

Satu poin yang bikin kita merenung, dr. Benjamin ngingetin kalau disabilitas itu bukan pilihan, tapi takdir yang bisa menimpa siapa pun. Bukan cuma karena lahir atau kecelakaan, tapi sekarang ada ancaman dari penyakit autoimun yang bisa datang tiba-tiba.

“Orang sehat bisa secara mendadak terserang autoimun yang menyebabkan penderita jadi penyandang disabilitas,” tambahnya. Mindset ini penting banget biar kita makin punya empati tinggi dan nggak ngerasa “paling sempurna”. Karena pada dasarnya, menjaga dan mensejahterakan mereka adalah kewajiban kita bareng-bareng.

Harapan Buat Jawa Timur yang Inklusif

Raperda ini nantinya bakal melibatkan lintas OPD, mulai dari Dinas Sosial, Pendidikan, Tenaga Kerja, sampai Perhubungan. Tujuannya satu: Biar Jawa Timur jadi tempat yang aman dan nyaman buat siapa saja, tanpa ada batasan fisik. (Wahyu/aye/sg)

Tags: