Type to search

Pemerintahan Peristiwa

Drama BBM Tamat? ESDM Sebut Impor SPBU Swasta 2026 Sudah Jalan

Share
Akhirnya Tangki Nggak Kosong! ESDM Pastikan SPBU Swasta Dapat Kuota Impor BBM 2026

SUARAGONG.COM – Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan operator SPBU swasta sudah mengantongi tambahan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk periode 2026. Alhasil, pasokan BBM impor diklaim sudah mulai masuk ke Indonesia.

Akhirnya Tangki Nggak Kosong! ESDM Pastikan SPBU Swasta Dapat Kuota Impor BBM 2026

Badan usaha (BU) hilir migas swasta pun disebut telah kembali menerima BBM hasil impor mereka sendiri. Artinya, kelangkaan yang sempat bikin pengendara waswas, disebut ESDM, seharusnya tak terjadi lagi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah berniat menghentikan aliran impor BBM untuk SPBU swasta.

“Bukan segera normal, seharusnya sudah normal. Kan kita tidak ada menghentikan,” kata Laode saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, proses impor BBM berjalan terus dan tidak boleh terputus.

“Nyambung. Kita enggak boleh menghentikan proses alir minyak itu. Jadi jalan terus. Jadi berhenti dahulu sebentar, baru impor lagi, ya enggak,” ujarnya.

Kuota 2026 Mirip Tahun Lalu

Meski mengonfirmasi tambahan kuota impor BBM, Kementerian ESDM enggan membeberkan detail volume yang diberikan kepada masing-masing operator SPBU swasta.

Namun, Laode memberi sinyal bahwa besaran kuota impor 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Mirip lah, sama [dengan tambahan kuota impor BBM 2025],” ungkapnya singkat.

Ia juga tidak merinci apakah perhitungan kuota tersebut berdasarkan kebutuhan SPBU swasta tahun 2025 atau mengacu pada kuota impor yang telah diberikan sebelumnya.

Permintaan BBM Naik, Impor Jadi Pertimbangan

Sebelumnya, Laode sempat menyampaikan bahwa pengumuman resmi terkait kuota impor BBM SPBU swasta akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Ia menyebut, penetapan kuota impor juga mempertimbangkan lonjakan permintaan BBM nonsubsidi di SPBU swasta.

“Saya sudah kasih clue waktu malam itu; bahwa sekarang demand BBM nonsubsidi itu lagi naik. Tentu kita akan mempertimbangkan itu,” kata Laode, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga : Stok BBM Swasta Kosong, Wamen ESDM Ungkap Biang Keroknya

Kilas Balik: Drama Kuota dan Base Fuel

Sebagai catatan, sejak tahun lalu pemerintah mempersingkat durasi izin impor BBM swasta menjadi enam bulan, dari yang sebelumnya berlaku hingga satu tahun. Pada periode 2025, SPBU swasta sempat mendapat kuota impor sekitar 10 persen. Presentase ini lebih besar dibanding realisasi 2024.

Namun, karena tingginya permintaan, kuota tersebut habis lebih cepat. Saat badan usaha swasta mengajukan tambahan rekomendasi impor, Kementerian ESDM sempat menolak, yang berujung pada gangguan pasokan BBM di hampir seluruh jaringan SPBU swasta.

Sebagai solusi sementara, ESDM menugaskan Pertamina untuk memasok BBM ke SPBU swasta melalui skema base fuel. Atau BBM dasar tanpa aditif.

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tercatat telah menyalurkan sekitar 430.000 barel base fuel, dengan rincian:

  • 230.000 barel ke BP-AKR
  • 100.000 barel ke Vivo
  • 100.000 barel ke Shell

Harapan: SPBU Swasta Kembali Aman

Dengan klaim kuota impor BBM 2026 sudah dikantongi dan impor kembali berjalan, ESDM berharap pasokan BBM di SPBU swasta kembali stabil dan tidak lagi memicu keresahan masyarakat.

Buat pengendara, satu harapan sederhana: datang ke SPBU, isi bensin, tanpa drama tulisan “stok habis”. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like