FP UB Dorong Pengembangan Durian Nusantara
Share
MALANG, SUARAGONG.COM – Durian bukan cuma urusan pencinta bau tajam dan legitnya doang. Lewat forum Pengembangan Durian Nusantara Strategis Nasional, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) serius mau bawa durian naik kelas jadi komoditas unggulan Indonesia yang siap bersaing di pasar global.
Perwakilan BRIN Hadir Dalam Event
FP UB melalui Departemen Budidaya Pertanian menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peluang Durian Nusantara Menjadi Primadona Komoditas Strategis Nasional”. Acara ini sekaligus jadi momen peresmian Kelompok Kajian Durian FP UB yang digelar di Gedung Sentral 1.1.
Yang hadir nggak main-main. Ada Dekan FP UB Prof. Mangku Purnomo, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengamat durian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), peneliti, sampai komunitas penggiat durian. Jadi diskusinya bukan cuma teori, tapi juga praktik lapangan.
Baca juga: Mahasiswa UB Bahas Industri Semikonduktor Taiwan
Durian Jangan Cuma Jadi Hobi Tapi Industri
Dalam sambutannya, Prof. Mangku Purnomo bilang kalau Indonesia itu punya potensi durian luar biasa besar. Tapi masalahnya, selama ini banyak yang masih menganggap durian sebatas komoditas hobi.
“Kita nggak bisa berhenti di level hobi. Kalau mau serius, harus masuk ke sistem industri berbasis ilmu pengetahuan,” kurang lebih begitu pesannya.
Menurut beliau, pertanian ke depan harus bergerak ke arah bioindustri. Artinya, semua berbasis riset, teknologi, dan SDM yang siap tempur. Nggak cukup cuma andalkan tren musiman atau viral di media sosial.
FP UB sendiri sudah mulai mendorong pemanfaatan teknologi modern, termasuk pemetaan genetik dan penyuntingan gen. Tujuannya jelas: mempercepat lahirnya varietas durian unggul yang tahan iklim, produktif, dan sesuai kebutuhan pasar.
Kalau cara konvensional bisa makan waktu bertahun-tahun, pendekatan bioteknologi ini bikin prosesnya jauh lebih cepat dan terarah.
Baca juga: FIB UB Gelar Global Youth Creative Residency 2026 Bersama UNESCO
Strategi Pengembangan Durian Nusantara Strategis Nasional
Masuk ke sesi teknis, Dr. Mohammad Reza Tirtawinata menjelaskan bahwa pengembangan durian nggak bisa asal tanam. Menurutnya, tiap varietas punya habitat asli masing-masing. Jadi, kalau mau hasil maksimal, tanam di wilayah yang memang cocok secara agroklimat.
Indonesia itu kaya banget varietas lokal. Tinggal dipilih yang terbaik, diperbanyak, lalu dikembangkan secara serius. Jangan semua dipaksakan tumbuh di satu wilayah yang belum tentu cocok.
Ia juga menyoroti pentingnya top working (sambung pucuk) dan sistem grading buah. Durian perlu dikelompokkan berdasarkan kualitas, minimal kelas 7 sampai 9, disesuaikan dengan segmen pasar.
Karena realitanya, pasar premium dan pasar reguler itu beda treatment. Nggak bisa disamaratakan. Tantangan lainnya? Perubahan iklim. Durian termasuk tanaman yang sensitif terhadap cuaca ekstrem. Jadi, riset soal ketahanan iklim juga jadi PR penting ke depan.
Baca juga: FIB UB Canangkan Zona Integritas 2026
Riset, Kolaborasi, dan Pasar Global
Lewat peresmian Kelompok Kajian Durian FP UB, kampus berharap riset soal genetika, budidaya, sampai hilirisasi bisa berjalan lebih terstruktur. Ini bukan cuma soal tanam dan panen, tapi juga bagaimana durian punya value lebih. Mulai dari pengolahan, branding, sampai ekspor.
Selama ini, banyak komoditas hortikultura sukses karena dorongan komunitas, bukan desain kebijakan industri jangka panjang. Nah, FP UB ingin menjembatani itu lewat kolaborasi akademisi, peneliti nasional, dan komunitas.
Kalau mau bersaing secara global, pengelolaan kebun juga harus berpikir skala industri. Bukan cuma beberapa hektare, tapi sistem yang terintegrasi: benih unggul, teknologi budidaya, pemasaran, sampai distribusi.
Dengan langkah ini, harapannya durian Nusantara nggak cuma jadi kebanggaan lokal, tapi benar-benar punya daya saing internasional. Dan jujur aja, kalau risetnya matang dan industrinya rapi, durian bisa jadi emas berduri baru buat ekonomi hortikultura Indonesia.
FGD ini jadi penanda bahwa durian bukan lagi sekadar buah musiman yang viral tiap panen raya. Ada arah besar yang lagi disusun menjadikan durian sebagai komoditas strategis nasional berbasis sains dan kolaborasi. (dny)

