EMBA JetBus Run Malang 10K: Grimis Tak Surutkan Langkah 3.600 Pelari
Share
SUARAGONG.COM – Minggu pagi (18/1/2026), Kota Malang tak hanya terbangun oleh dinginnya udara dan grimis tipis, tetapi juga oleh ribuan langkah pelari yang memadati ruas jalan kota. EMBA JetBus Run Malang 10K kembali digelar dan sukses menjadi magnet bagi pelari dari berbagai penjuru daerah, bahkan luar negeri.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersyukur acara ini bisa dilaksanakan lancar meski sedikit gerimis. Acara yang meriah dengan jumlah peserta yang segudang. Meramaikan pagi buta yang dingin di kota malang.
“Dari jumlah peserta juga lebih banyak dan juga dengan beberapa pelari-pelari yang akhirnya sampai Finish. Acara Bisa berjalan dengan lancar” Ujar Orang Nomor 1 di Malang.
“Saya berharap nanti tahun berikutnya akan lebih baik lagi, dan walaupun tadi grimis, tetapi ini mereka menikmati betul” Tambah Wali Kota Malang.
3600 Pelari Tak Gentar Grimis, EMBA JetBus Run Malang 10K Bikin Malang Makin Berkelaz
Meski sempat diguyur gerimis, semangat peserta justru semakin membara. Udara dingin dianggap sebagai “bonus alami” yang membuat pengalaman berlari terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Gerimis Pantang Mundur, EMBA JetBus Run Malang 10K sukses digelar dan jadi daya tarik pelari kalcer Lokal, Luar daerah hingga internasional. (18/01/2026/05.00 WIB) (aye)
Total 3.600 peserta ambil bagian dalam event ini, terbagi seimbang antara kategori 5K dan 10K. Menariknya, sekitar 50 persen peserta berasal dari luar Kota Malang. Mulai dari Surabaya, Kediri, Jawa Tengah, Lampung, Makassar, hingga pelari mancanegara seperti Belanda.
“Antusiasme peserta luar biasa. Sebenarnya peminat bisa lebih banyak, tapi kami masih membatasi karena faktor keamanan dan kenyamanan,” ujar Paulus Oliver Yosoef selaku penyelenggara.
Steril, Profesional, dan Menuju Event Nasional
Sebagai event berskala nasional, penyelenggara menargetkan standar tinggi dalam pelaksanaan. Hampir 90 persen rute dinyatakan steril, meski masih ada beberapa titik yang akan dievaluasi, seperti di kawasan PLN dan Jalan Semeru.
Ke depan, penyelenggara berkomitmen melakukan penyempurnaan agar pengalaman pelari semakin optimal. Standar cut off time (COT) pun diterapkan secara ketat:
- 5K : 60 menit
- 10K : 2 jam
Peserta yang melewati batas waktu tidak mendapatkan medali. Meski terkesan tegas, aturan ini menjadi bagian dari upaya mendidik pelari agar siap mengikuti standar event nasional, sejajar dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali.
Malang Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Lari
Lebih dari sekadar lomba, EMBA JetBus Run Malang 10K diproyeksikan sebagai ikon wisata lari Kota Malang. Event ini rutin digelar setiap Januari, sekaligus menjadi salah satu pembuka kalender event nasional Indonesia di awal tahun.
Penyelenggara bahkan menargetkan peningkatan peserta menjadi 4.000 orang pada edisi berikutnya, dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Malang terkait kesiapan lokasi dan infrastruktur.
Event ini juga menjadi wujud nyata program “Malang Seribu Event” yang diusung Pemerintah Kota Malang. Dukungan penuh datang dari berbagai pihak, termasuk EMBA Group dan Adi Putro, pengusaha asli Malang, serta kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Tak hanya sektor olahraga yang terdongkrak, efek domino juga terasa di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM. Area sekitar lomba dipenuhi aktivitas ekonomi, menjadikan event ini benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Fun Run dengan Hadiah Fantastis
Dengan total hadiah mencapai Rp430 juta, EMBA JetBus Run Malang 10K tercatat sebagai salah satu fun run dengan hadiah terbesar di Jawa Timur. Fasilitas yang semakin lengkap, sponsor yang bertambah, serta keterlibatan UMKM yang lebih luas membuat event ini kian matang dari tahun ke tahun. (aye/sg)

