Type to search

Pendidikan

FIB UB Gelar Global Youth Creative Residency 2026 Bersama UNESCO

Share
Global Youth Creative Residency

MALANG, SUARAGONG.COM – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) makin serius nunjukin eksistensinya di level global. Lewat Global Youth Creative Residency Program Indonesia 2026, FIB UB resmi jadi ruang ketemu anak muda kreatif lintas negara, akademisi, sampai jejaring budaya internasional.

Program residensi lintas budaya ini digelar bareng UNESCO International Working Station dan didukung berbagai mitra akademik global. Acara pembukaannya berlangsung di Aula Gedung A FIB UB, Senin (9/2/2026), dengan suasana yang penuh energi kolaboratif. Hadir puluhan akademisi, mahasiswa, dan perwakilan UNESCO yang siap ngeramein dialog budaya lintas bangsa.

Global Youth Creative Residency 2026, Bukan Sekadar Program Akademik

Lewat Global Youth Creative Residency 2026, FIB UB nggak cuma nawarin program residensi biasa. Ini adalah ruang belajar intercultural yang mempertemukan teori, praktik, dan pengalaman langsung di lapangan. Dekan FIB UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menegaskan kalau pembelajaran budaya paling ngena justru datang dari pengalaman nyata.

“Pengalaman langsung di lapangan adalah bentuk pembelajaran budaya yang paling berdampak. FIB UB terbuka sebagai ruang dialog kritis tentang budaya, kreativitas, dan masa depan kota di era digital,” ujarnya.

Baca juga: FIB UB Canangkan Zona Integritas 2026

Peserta Global Youth 2026 Diajak Turun Langsung ke Budaya Lokal

Peserta Global Youth Creative Residency 2026 bakal diajak eksplor budaya Indonesia secara langsung, khususnya di kawasan Ngajum dan Kranggan, Malang. Mulai dari nyobain kuliner lokal, mengenal industri budaya kreatif, sampai ngobrol langsung dengan komunitas budaya setempat.

Nggak cuma itu, program ini juga jadi ajang ketemunya akademisi internasional dari berbagai disiplin ilmu. Beberapa nama yang terlibat antara lain:

  • Prof. Lin Guowei dan Prof. Xiang Yong
  • Dr. Wu Qingyue (Zhejiang International Studies University)
  • Dr. Li Min (Xi’an University of Architecture and Technology)
  • Dr. Zhang Lixin (Beijing Institute of Fashion Technology)
  • Dr. Zhang Ya’ou (Peking University)
  • Dr. Wang Xueyi (City University of Macao)
  • Dr. Wang Puzhi & Dr. Zhou Xiangli (Zhejiang International Studies University)

Kehadiran mereka bikin Global Youth Creative Residency 2026 jadi ekosistem pembelajaran global yang beneran hidup dan lintas batas.

Baca juga: Unesa Hasilkan 11.524 Karya Inovatif dari Program Mobilitas Mahasiswa

FIB UB dan UNESCO Perkuat Arah Kolaborasi Jangka Panjang

Di hari yang sama, FIB UB juga menggelar pertemuan strategis bareng UNESCO dan International Academic Affairs (IAA) UB di lantai 6 Gedung A. Pertemuan ini jadi penegasan posisi FIB UB sebagai simpul penting kerja sama internasional, apalagi dengan keberadaan UNESCO International Working Station yang bermarkas langsung di FIB. Dalam pertemuan itu, Dekan FIB UB menyampaikan empat fokus kolaborasi ke depan:

  1. Penyelarasan agenda pengembangan industri kreatif antara UNESCO dan UB
  2. Penguatan kolaborasi lintas sektor: akademisi, industri, komunitas dan pemerintah
  3. Pengembangan riset dan co-creation di bidang media arts, pariwisata kreatif dan penguatan komunitas
  4. Penyusunan roadmap kerja sama jangka panjang yang berdampak langsung ke masyarakat dan ekonomi kreatif lokal

Lewat rangkaian kegiatan ini, FIB UB pengin nunjukin kalau Malang bukan cuma kota pendidikan, tapi juga ruang budaya yang terus bergerak dan relevan secara global.

“Global Youth Creative Residency Program 2026 adalah langkah nyata FIB UB dalam memperkuat diplomasi budaya dan kolaborasi internasional berkelanjutan,” pungkas Sahiruddin. (dts/Humas UB/dny)

Tags:

You Might also Like