Belum Naik Lantai, Gedung Parkir Kayutangan Digaspol Sistem E-Parking
Share
SUARAGONG.COM – Wacana penambahan lantai Gedung Parkir Kayutangan rupanya masih harus ditunda. Tahun ini, Pemerintah Kota Malang memilih fokus ke hal yang lebih “kerasa” dampaknya: penguatan sistem parkir digital alias e-parking. Alih-alih buru-buru menambah bangunan fisik, Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang ingin memastikan alur parkir makin rapi, transparan, dan lalu lintas di kawasan Kayutangan tetap lancar, terutama saat akhir pekan.
Gedung Parkir Kayutangan Belum Naik Lantai, Dishub Malang Pilih Gaspol E-Parking Tahun Ini
Plh Kepala Dishub Kota Malang, Slamet, menegaskan bahwa pembangunan Gedung Parkir Kayutangan yang semula direncanakan hingga enam lantai belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Keputusan ini sesuai dengan arahan langsung Wali Kota Malang.
“Kalau tahun ini belum. Arahan dari Pak Wali, pembangunan ke lantai berikutnya belum bisa dilaksanakan,” ujar Slamet.
Artinya, warga dan pengunjung Kayutangan masih akan memanfaatkan gedung parkir yang ada saat ini—tanpa tambahan lantai baru.
E-Parking Jadi Andalan
Sebagai gantinya, Dishub mengusulkan penerapan sistem e-parking di Gedung Parkir Kayutangan. Sistem ini bukan hal baru di Kota Malang, karena sudah lebih dulu diterapkan di sejumlah titik strategis seperti Malang Olympic Garden (MOG), Malang Business Center (MBO), hingga Malang Creative Center (MCC).
Saat ini, e-parking telah berjalan di Pasar Madyopuro, Gedung Kartini, Jalan Tenes, MCC, dan MBO RSUD. Jika Kayutangan ikut menyusul, maka total titik e-parking di Kota Malang menjadi tujuh lokasi.
“Kalau terealisasi tahun ini, kemungkinan masuk di anggaran Perubahan (PAK),” kata Slamet.
Teknisnya Nggak Sederhana
Soal anggaran, Dishub belum bisa memastikan nominalnya. Pasalnya, kebutuhan teknis di Gedung Parkir Kayutangan cukup kompleks—mulai dari beberapa jalur masuk dan keluar. Hingga pemisahan akses kendaraan roda dua dan roda empat.
Dishub masih menunggu penawaran dari rekanan untuk menentukan skema paling pas.
Uji Coba Berbuah Positif
Meski belum sepenuhnya optimal, hasil uji coba operasional gedung parkir menunjukkan efek positif terhadap kelancaran lalu lintas. Saat uji coba gratis, parkir Mojopahit nyaris penuh untuk kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat diarahkan ke area barat Kayutangan.
“Arus lalu lintas sudah lebih lancar. Kami juga menempatkan pos jaga dan melakukan patroli serta edukasi kepada pengguna jalan.” Jelas Slamet.
Baca Juga : Stadion Kanjuruhan Bakal Terapkan Parkir One Gate System pada 2026
Ratusan Kendaraan Tiap Hari
Dari pemantauan sementara, jumlah pengguna gedung parkir diperkirakan lebih dari 500 kendaraan per hari. Mayoritas pengguna, khususnya pengendara roda dua, memarkir kendaraan selama dua hingga tiga jam. Ini membuat perputaran kendaraan bisa terjadi hingga tiga sampai empat kali dalam sehari.
Dishub juga mengapresiasi langkah pelaku usaha di sekitar Kayutangan yang menyediakan lahan parkir mandiri. Namun ke depan, koordinasi lanjutan tetap diperlukan, terutama jika parkir tersebut mulai diberlakukan tarif.
Baca Juga : Dishub Kota Malang Sosialisasikan Operasional Gedung Parkir Kayutangan
Jam Operasional & Evaluasi Berkala
Saat ini, Gedung Parkir ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB, dengan toleransi hingga pukul 01.00 WIB bagi karyawan yang pulang malam. Kapasitas parkir mobil sendiri belum mengalami penambahan.
“Kami masih terus memantau dan mengevaluasi, terutama pada jam-jam ramai di akhir pekan,” pungkas Slamet. (Fat/Aye/sg)

