Type to search

Jombang

Talkshow Green Deen Jombang Sampah Jadi Sedekah

Share
talkshow Green Deen Jombang

JOMBANG, SUARAGONG.COM – Kabupaten Jombang lagi nunjukin kalau urusan iman itu nggak cuma soal ibadah, tapi juga soal bumi. Lewat talkshow Green Deen Jombang, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang bareng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bikin gerakan yang nggak cuma wacana, tapi langsung aksi.

Acara ini digelar Jumat (20/2/2026) di Kantor Kemenag Jombang, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Yang hadir bukan kaleng-kaleng: kepala madrasah MI, MTs, MA, sampai pengawas madrasah se-Jombang ikut nimbrung. Dan yes, ini bukan sekadar talkshow formal yang bikin ngantuk. Tapi obrolan serius yang dikemas dengan semangat perubahan.

Green Deen Ketika Iman Ketemu Isu Lingkungan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, langsung buka acara dengan pesan yang relate banget:

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari iman.”

Konsep “Green Deen” sendiri simpel tapi dalam. Deen itu agama. Green ya hijau. Jadi gimana caranya nilai keimanan itu sejalan sama kepedulian lingkungan. Menurut Muhajir, Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) itu bukan cuma slogan. Tapi tanggung jawab bareng. Dan dari sinilah talkshow Green Deen Jombang jadi ruang diskusi yang nggak cuma teori, tapi penuh solusi.

Baca juga: Pemkab Jombang Terima Kunjungan Studi Tiru PT BPR Bank Kotabaru

Gema Sajadah Sampah Jadi Sedekah, Bukan Sekadar Wacana

Salah satu program yang paling bikin orang auto angkat alis kagum adalah Gema Sajadah Gerakan Bersama Ubah Sampah Jadi Sedekah. Konsepnya? Keren banget.

Sampah plastik yang biasanya cuma numpuk dan bikin pusing, dikumpulkan, diolah, lalu hasilnya dijadikan dana sedekah. Dan ini bukan recehan. Total dana yang sudah terkumpul tembus lebih dari Rp 80 juta.

Dana itu nantinya disalurkan ke kaum dhuafa. Jadi, buang sampah dengan benar di Jombang sekarang bisa jadi ladang pahala juga. Ini bukti kalau gerakan lingkungan nggak harus ribet atau mahal. Yang penting konsisten dan mau gerak bareng.

Baca juga: Bupati Jombang Buka Grebeg Apem Tarhib Ramadhan 1447 H

Tukar Sampah Jadi Sembako? Bisa Banget!

Rangkaian HPSN 2026 di Kemenag Jombang juga makin seru karena ada program tukar sampah dengan sembako. Yes, literally tukar sampah jadi kebutuhan pokok.

Selain itu, ada juga pembagian keranjang sampah buat masjid-masjid strategis yang bakal dilewati pemudik 2026. Ini langkah preventif supaya fasilitas umum tetap bersih saat musim mudik nanti. Kecil? Nggak juga. Justru langkah-langkah kayak gini yang bikin perubahan terasa nyata.

Baca juga: Penyaluran ADD Jombang 2026 Resmi Dimulai Desa Didorong Mandiri

DLH Jombang 150 Ton Sampah Per Hari, Tapi Tetap Optimis

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, juga nggak nutup-nutupin fakta. Setiap hari, sampah yang masuk ke TPA di Jombang bisa tembus 150–180 ton. Angka yang nggak main-main.

Tapi kabar baiknya, sekitar 15 persen dari total sampah itu berhasil didaur ulang. Prosesnya melibatkan banyak pihak: bank sampah, TPS, sekolah, sampai madrasah yang sudah mulai rutin memilah sampah dari sumbernya.

Untuk sampah organik? Diolah jadi kompos. Yang nggak punya nilai ekonomi? Dikelola lewat sanitary landfill sesuai standar. Artinya, pengelolaan sampah di Jombang gak cuma buang lalu tutup mata. Tapi ada sistemnya.

Baca juga: Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Jombang Capai Rp42 Juta

Satu Pernikahan Satu Pohon & Gerakan Sejuta Matoa

Kolaborasi Kemenag dan DLH ini ternyata sudah jalan lama. Ada program “satu pernikahan satu pohon” yang ngajak pasangan baru nanam pohon sebagai simbol awal kehidupan yang juga peduli lingkungan. Ada juga gerakan satu juta pohon matoa buat ningkatin tutupan hijau di Jombang. Romantis? Iya. Visioner? Banget.

Baca juga: LKBB Elang Sakti Jombang Season 3 Diikuti 74 Regu Se-Jawa

Edukasi Itu Kunci Bukan Cuma Bersih-Bersih

Yang bikin beda dari talkshow Green Deen Jombang ini adalah fokusnya nggak cuma ke beresin sampah yang sudah ada, tapi juga pencegahan dan edukasi. Karena jujur aja, masalah sampah itu bukan cuma soal teknis. Tapi soal kebiasaan.

Kalau sekolah dan madrasah sudah mulai ngajarin pemilahan sampah dari kecil, efeknya bisa panjang banget. Generasi yang tumbuh dengan mindset peduli lingkungan bakal jadi investasi jangka panjang buat daerah. Dan di sinilah nilai agama masuk. Bahwa menjaga bumi itu bukan tren, tapi tanggung jawab moral.

Baca juga: MTsN 9 Jombang Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta

Jombang Lagi Serius Bangun Budaya Hijau

Kalau dilihat dari rangkaian programnya, ini bukan gerakan musiman. Bukan juga pencitraan sesaat pas HPSN. Tapi usaha membangun budaya.

Dari sampah jadi sedekah.
>Dari nikah jadi nanam pohon.
>Dari talkshow jadi gerakan nyata.

Jombang lagi nunjukin bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan institusi keagamaan bisa banget jadi motor perubahan. Dan mungkin, ini yang paling penting: perubahan nggak selalu harus dimulai dari hal besar. Kadang cukup dari satu botol plastik yang nggak dibuang sembarangan. (ale/dny)

Tags:

You Might also Like