Type to search

Malang Pemerintahan

Harga Pangan Dijaga Stabil, Pemkot Batu Tutup GPM di Mojorejo

Share
Harga Pangan Kota Batu jelang Lebaran

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Batu menutup rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Setelah digelar selama tiga hari berturut-turut di sejumlah wilayah. Penutupan kegiatan dilaksanakan di Jalan Majomulyo RT 03 RW 01, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (5/3/2026).

Pemkot Batu Pastikan Harga Pangan Stabil, Gerakan Pangan Murah Ditutup di Mojorejo

Program yang digagas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selama pelaksanaannya, GPM digelar secara bergilir di tiga titik wilayah Kota Batu, yakni Balai Desa Bulukerto pada 3 Maret, Balai Kelurahan Sisir pada 4 Maret, dan ditutup di Kelurahan Mojorejo pada 5 Maret 2026.

Warga Bisa Tebus Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar. Pemerintah Kota Batu bekerja sama dengan Perum Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 6 ton dengan harga Rp55 ribu per 5 kilogram.

Selain beras, tersedia pula minyak goreng seharga Rp14.500 per liter, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, serta telur ayam ras Rp29 ribu per kilogram. Harga telur bahkan bisa ditebus lebih murah menjadi Rp24 ribu per kilogram dengan menggunakan voucher subsidi.

Sebagai bentuk intervensi pasar, panitia juga membagikan sekitar 500 voucher potongan harga senilai Rp5 ribu yang dapat digunakan untuk membeli sejumlah komoditas pangan.

Sekaligus Jadi Ruang Promosi UMKM dan Hasil Pertanian

Tak hanya menyediakan bahan pokok murah, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai produk UMKM, sayuran segar, hingga rempah-rempah lokal melalui 23 booth yang disiapkan bagi pelaku usaha dan distributor pangan.

Khusus di Desa Mojorejo, warga turut memasarkan sayur organik hasil budidaya masyarakat setempat. Hal ini sekaligus menjadi ajang promosi bagi produk pertanian lokal.

Antusiasme warga terlihat tinggi di setiap titik penyelenggaraan. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Baca Juga : Wali Kota Batu Nurochman Kritik SKPD Tak Komitmen Jalankan Batu SAE

Jadi Strategi Kendalikan Inflasi Daerah

Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang Idul Fitri.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan harga tetap stabil dan kebutuhan pangan warga terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menambahkan bahwa program ini menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

“GPM ini kami dorong sebagai tameng inflasi. Pemerintah hadir langsung agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga. Terutama menjelang momentum tertentu yang biasanya memicu kenaikan kebutuhan pangan,” jelasnya.

Selain layanan pangan murah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu.

Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Memperkuat ketahanan pangan daerah, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. (mf/sg)

Tags:

You Might also Like