Type to search

Probolinggo

Monitoring Harga Sembako Probolinggo: Stok Aman, Cabai Mulai Naik

Share
monitoring harga sembako Probolinggo

SUARAGONG.COM – Menjelang Lebaran, pemerintah mulai bergerak memastikan kebutuhan masyarakat tetap aman. Salah satunya lewat monitoring harga sembako Probolinggo yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ. Senin pagi (9/3/2026), Fahmi turun langsung ke Pasar Semampir di Kecamatan Kraksaan untuk melihat kondisi harga dan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan jelang Lebaran. Seperti yang sudah sering terjadi setiap tahun, mendekati Idul Fitri biasanya permintaan sembako meningkat cukup tajam. Kondisi ini kadang membuat harga beberapa komoditas ikut naik. Karena itu, pemerintah daerah melakukan pemantauan langsung di pasar agar situasi tetap terkendali dan harga tidak melonjak terlalu tinggi.

Monitoring Harga Sembako Probolinggo Libatkan Banyak OPD

Kegiatan monitoring harga sembako Probolinggo ini digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya satu instansi, kegiatan ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah, di antaranya:

  • Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti
  • Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Ghafur
  • Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto
  • Kepala Dinas Pertanian Arif Kurniadi
  • Kepala Diskominfo Hudan Syarifuddin
  • Kabag Perekonomian dan SDA Arie Kartikasari
  • Camat Kraksaan Puja Kurniawan

Kehadiran banyak instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Selain mengecek harga, tim juga memastikan distribusi sembako berjalan lancar dan tidak ada kendala pasokan di pasar tradisional. Dalam sidak tersebut, Wabup Fahmi juga mengecek langsung beberapa komoditas penting seperti:

  • Beras
  • Minyak Goreng
  • Daging sapi
  • Daging ayam
  • Telur
  • Hingga bumbu dapur seperti cabai dan bawang

Semua komoditas ini menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Lebaran.

Baca juga: Bye Stigma! Pemkot Probolinggo Rilis “TBC Bersahabat”

Data Monitoring Harga Sembako Probolinggo di Pasar Semampir

Dari hasil pemantauan di Pasar Semampir, berikut beberapa harga bahan pokok yang tercatat:

  • Beras premium 25 kg: Rp372.500 (Rp14.900/kg)
  • Beras medium: Rp12.800/kg
  • Gula pasir: Rp16.500/kg
  • MinyaKita: Rp17.500/liter
  • Daging sapi: Rp13.0000/kg
  • Daging ayam: Rp30.000/kg
  • Telur ayam: Rp30.000/kg
  • Cabe rawit: Rp92.000/kg
  • Bawang merah: Rp30.000/kg
  • Bawang putih: Rp29.000/kg

Dari data tersebut terlihat bahwa sebagian besar harga masih berada dalam kondisi yang relatif stabil. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tapi sejauh ini masih dalam batas yang wajar. Pemantauan langsung seperti ini penting karena pemerintah bisa mendapatkan data real di lapangan, bukan hanya dari laporan saja.

Baca juga: Tekan Kemiskinan, Wabup Fahmi AHZ Pimpin Rakor Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi

Hasil Monitoring Harga Sembako Probolinggo Stok Aman

Wabup Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan hasil monitoring harga sembako Probolinggo menunjukkan kondisi pasar masih cukup aman. Stok bahan pokok tersedia dan harga juga masih relatif stabil.

“Pagi ini kita monitoring di Pasar Semampir untuk mengecek stok barang, terutama sembako menjelang beberapa hari menuju Idul Fitri. Alhamdulillah sampai sejauh ini stok aman dan harga relatif stabil,” kata Fahmi.

Ia mengakui memang ada kenaikan pada beberapa komoditas. Namun kenaikannya tidak terlalu signifikan. Menurutnya, komoditas yang kenaikannya paling terasa adalah cabai rawit. Sementara bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, daging sapi, dan daging ayam masih tergolong stabil.

Baca juga: Pemkab Probolinggo Pantau Harga dan Stok Sembako di Pasar Dringu

Pemerintah Siap Intervensi Jika Harga Naik

Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala menjelang Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang bisa memberatkan masyarakat. Jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan yang terlalu tinggi, pemerintah siap melakukan intervensi.

“Kalau ada kejadian yang perlu segera ditindaklanjuti, pemerintah siap melakukan intervensi harga agar stabilitas tetap terjaga dan inflasi bisa dikendalikan,” tegas Fahmi.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Baca juga: Kartu PBI-JKN Tiba-Tiba Mati? Dinsos Probolinggo Spill Cara Aktifinnya

BPS Sidak Pasar Penting untuk Mitigasi Inflasi

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menilai sidak pasar seperti ini sangat penting. Selain memantau harga bahan pokok, kegiatan ini juga membantu pemerintah dalam memitigasi potensi inflasi. Menurutnya, pemantauan harga sebelum Ramadan dan menjelang Lebaran memberikan gambaran nyata kondisi ekonomi di lapangan. Dengan data tersebut, pemerintah bisa lebih cepat mengambil langkah antisipasi.

“Sidak pasar seperti ini memang perlu dilakukan. Ini membantu memperkaya data kami sehingga jika ada perubahan harga, kita sudah punya mitigasi risikonya,” jelasnya.

Baca juga: Mudik 2026 Makin Aman, KAI Genjot Penertiban Perlintasan Liar Jalur Kereta

Cabe Rawit Jadi Komoditas yang Paling Naik

Dari hasil pemantauan sementara, harga bahan pokok di Kabupaten Probolinggo sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan sebelum Ramadan. Namun ada satu komoditas yang kenaikannya cukup mencolok, yaitu cabai rawit. Menurut Lilik, tingginya harga cabai rawit dipengaruhi oleh konsumsi masyarakat yang cukup tinggi.

Selain itu, faktor produksi juga berpengaruh terhadap harga di pasaran. Beberapa petani diketahui mempertahankan tanaman cabai rawit hingga mendekati Lebaran agar bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Namun kondisi tanaman yang terlalu lama dipertahankan biasanya membuat hasil panen tidak maksimal.

Akibatnya, pasokan berkurang dan harga di pasar bisa meningkat. Selain cabai rawit, BPS juga mewaspadai potensi kenaikan harga pada komoditas lain seperti daging ayam dan daging sapi yang biasanya mengalami peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

Baca juga: UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo Ditutup Meriah, Letto Bikin Heboh

Monitoring Juga Dilakukan di Toko Modern

Setelah melakukan pemantauan di Pasar Semampir, tim kemudian melanjutkan monitoring ke toko modern yang berada di sekitar kawasan pasar. Tim yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Ghafur bersama Kepala BPS Lilik Hariyanti melakukan pengecekan terhadap berbagai produk makanan dan minuman.

Produk-produk tersebut biasanya banyak dibeli masyarakat untuk kebutuhan Lebaran. Dari hasil pemantauan, kondisi produk yang tersedia di toko modern tersebut masih aman dan layak dikonsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. (duh/dny)

Tags:

You Might also Like