Type to search

Malang News

Hemat BBM, Pemkot Malang Ajak Warga Gowes dan Naik Angkutan Umum

Share
Pemerintah Kota Malang mulai mengajak warganya untuk lebih hemat bahan bakar minyak (BBM) yaitu dengan mengajak Gowe dan naik angkot

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Malang mulai mengajak warganya untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Lewat imbauan terbaru, masyarakat didorong untuk beralih ke transportasi alternatif seperti sepeda hingga angkutan umum.

Hemat BBM, Pemkot Malang Ajak Warga Gowes dan Naik Angkutan Umum

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa langkah ini bukan karena krisis, melainkan bentuk antisipasi sejak dini terhadap kondisi global yang dinamis.

“Yang tidak punya sepeda bisa menggunakan angkutan umum yang ada di Kota Malang. Apalagi sekarang sudah ada Jak Lingko yang lewat Balai Kota,” ujarnya.

Menurut Wahyu, fasilitas transportasi publik di Kota Malang sebenarnya sudah cukup memadai dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk tidak mulai beralih dari kendaraan pribadi.

Tindak Lanjut dari Pemprov Jatim

Imbauan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengajak daerah-daerah untuk mulai melakukan penghematan energi. Meski belum ada aturan teknis yang detail, Pemkot Malang memilih bergerak lebih dulu.

“Kita melihat kondisi sekarang. Sebelum terjadi sesuatu, lebih baik kita sudah siap dengan langkah penghematan,” jelasnya.

Baca Juga : ASN Jatim ‘Healing’ Berfaedah: Tiap Rabu WFH, BBM Makin Hemat?

Stok BBM Malang Aman

Meski begitu, Wahyu memastikan kondisi stok BBM di Kota Malang masih dalam keadaan aman. Ia meminta masyarakat tidak panik atau terpengaruh isu yang belum jelas, termasuk soal fenomena panic buying yang sempat terjadi di beberapa daerah.

“Tidak perlu khawatir. Stok BBM kita aman,” tegasnya.

Selain menyasar masyarakat umum, Pemkot Malang juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk ikut ambil bagian dalam gerakan hemat energi. Salah satunya lewat kegiatan bersepeda bersama yang rutin digelar, khususnya setiap hari Jumat.

Menurut Wahyu, selain menghemat BBM, kebiasaan ini juga membawa manfaat kesehatan bagi para ASN.

“Ini sekaligus untuk efisiensi dan menjaga kesehatan. Jadi kita dorong ASN ikut berpartisipasi,” tambahnya.

Wacana WFH

Sementara itu, terkait wacana kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu yang disampaikan Pemprov Jawa Timur, Pemkot Malang masih menunggu aturan resmi sebelum diterapkan.

“Kita tunggu regulasinya lebih jelas. Kemarin masih sebatas imbauan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Malang berharap kesadaran masyarakat dalam menghemat energi bisa meningkat, sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like