Type to search

Peristiwa

Imbas Konflik Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Share
Harga minyak dunia kembali melonjak pada awal perdagangan Asia, Senin (30/3/2026), seiring meningkatnya ketegangan Konflik Iran Amerika

SUARAGONG.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak pada awal perdagangan Asia, Senin (30/3/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana posisi konflik Iran dan Amerika kian memanas.

Harga Minyak Dunia Melonjak 3 Persen, Dipicu Eskalasi Konflik Iran

Mengutip CNBC, harga minyak Brent untuk kontrak Mei naik 2,92 persen menjadi USD 115,86 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 3,2 persen ke level USD 102,80 per barel.

Kenaikan ini dipicu pernyataan kelompok Houthi Yaman yang mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke Israel. Aksi tersebut menandai keterlibatan langsung dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sekaligus memperluas eskalasi perang di kawasan.

Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai pasar global mulai mencerminkan risiko harga energi yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

“Pasar kini mengantisipasi skenario harga minyak dan suku bunga yang tinggi lebih lama, seiring meningkatnya risiko konflik berkepanjangan,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan potensi gangguan di Selat Hormuz dapat memperburuk kondisi pasar dan meningkatkan risiko resesi global. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Harga Menyentuh Langit

Sebelumnya, harga minyak telah lebih dulu melonjak pada akhir pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun. Kenaikan itu dipicu kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi.

Analis menyebut pasar minyak kini berada dalam kondisi rentan setelah sebelumnya relatif stabil. Gangguan distribusi, ditambah ketidakpastian geopolitik, membuat volatilitas harga semakin tinggi.

Dengan sekitar 17,8 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz, setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pasokan global. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like