Imlek Klenteng Eng An Kiong 2026 di Malang Berlangsung Meriah
Share
MALANG, SUARAGONG.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Klenteng Eng An Kiong berlangsung meriah, Selasa (17/2/2026). Ratusan umat datang silih berganti untuk berdoa dan mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar pengurus klenteng. Suasana tampak ramai sejak pagi. Lilin menghiasi area klenteng, sementara umat khusyuk memanjatkan doa menyambut tahun baru.
Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Pan, mengatakan klenteng yang berdiri sejak 1822 itu memiliki makna sejarah panjang bagi masyarakat Tionghoa di Malang. Nama “Eng An Kiong” sendiri berarti keselamatan dalam keabadian.
“Sudah banyak yang direnovasi, terutama di bagian belakang. Tapi nilai dan fungsinya tetap kita pertahankan,” ujar Rudi.
Menurutnya, klenteng tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan budaya dan sosial. Yayasan memiliki tiga visi utama, yakni keagamaan, kebudayaan, dan sosial.
Di bidang kebudayaan, pengurus aktif melestarikan budaya Indonesia dan Tionghoa melalui sanggar tari hingga pertunjukan gending Jawa. Sementara di bidang sosial, klenteng turut menjalin kerja sama lintas komunitas dan aktif dalam kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Kalau ada apa-apa, kita saling membantu. Itu yang kita inginkan,” katanya.
Baca juga: Mengapa Warna Merah Identik dengan Perayaan Imlek?
Imlek Klenteng Eng An Kiong Libatkan Generasi Muda
Perayaan tahun ini juga diisi dengan lomba untuk anak-anak hingga remaja. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pengurus untuk menarik minat generasi muda agar lebih aktif datang ke klenteng.
“Sekarang banyak generasi muda yang jarang ke klenteng. Jadi kita beri ruang lewat bazar dan kegiatan seperti ini. Kita mengawasi saja, biar mereka yang bergerak supaya sirkulasinya hidup,” jelas Rudi.
Salah satu umat, Jovita, mengaku selalu menantikan perayaan Imlek di klenteng tersebut.
“Setiap Imlek dan Cap Go Meh di sini selalu meriah. Tahun ini makin seru karena ada lomba untuk anak-anak,” ujarnya.
Ia mengatakan, momen Imlek menjadi waktu yang tepat untuk berdoa dan menyampaikan harapan di awal tahun.
“Setelah berdoa rasanya lega. Bisa mencurahkan isi hati dan menyampaikan harapan karena ini setahun sekali,” kata Jovita.
Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk tetap menjaga toleransi dan tidak melupakan doa di tengah kesibukan.
“Sekarang kita sibuk dengan dunia masing-masing. Tapi jangan lupa berdoa. Usaha itu penting, tapi harus diimbangi doa,” tuturnya.
Perayaan Imlek Klenteng Eng An tahun ini tak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperlihatkan upaya pelestarian budaya dan penguatan toleransi antarumat beragama di Kota Malang. (dny)

