SUARAGONG.COM – Siapa sih yang nggak suka siomai? Jajanan satu ini emang jadi andalan kalau lagi lapar tanggung. Tapi, kamu harus ekstra jeli nih, Gaes. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta baru aja membongkar perbedaan mencolok antara siomai berbahan ikan layak konsumsi (tenggiri) dengan ikan sapu-sapu.
Simak Perbedaan Mencolok Siomai Ikan Tenggiri dengan Ikan Sapu-Sapu
Kenapa harus waspada? Karena selain rasa, ada risiko kesehatan yang nggak main-main.
Ciri Siomai Ikan Tenggiri (Aman & Bergizi)
Menurut Kabid Perikanan DKPKP DKI Jakarta, Eny Suparyani, siomai yang sehat punya ciri-ciri:
- Warna: Putih atau abu-abu terang.
- Tekstur: Halus dan padat.
- Aroma: Gurih khas ikan dan tidak amis menyengat.
Red Flag! Ciri Siomai Ikan Sapu-Sapu
Kalau kamu nemu siomai dengan ciri di bawah ini, mending dipikir-pikir lagi deh:
- Warna: Cenderung gelap dan kusam.
- Aroma: Bau amis kuat, bahkan tercium aroma lumpur.
- Tekstur: Lebih keras dan tidak lembut.
- Harga: Dijual jauh lebih murah dan nggak wajar.
Baca Juga : Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Turunkan Fungsi Otak
Bahaya Tersembunyi: Logam Berat & Bakteri
Kenapa ikan sapu-sapu dilarang dikonsumsi? Ikan ini biasanya hidup di perairan tercemar seperti sungai di ibu kota. Hasil uji lab menunjukkan dagingnya mengandung Timbal (Pb) sebesar 0,365 mg/kg, yang artinya sudah melewati ambang batas aman.
Nggak cuma itu, sampelnya juga positif mengandung bakteri jahat seperti E. coli dan Salmonella. Efeknya ke tubuh bisa fatal, mulai dari gangguan saraf, kerusakan ginjal, sampai diare berat dan dehidrasi.
Mulai sekarang, yuk lebih bijak pilih camilan. Jangan sampai niatnya healing lewat makanan, malah jadi feeling blue karena jatuh sakit. Stay healthy and stay smart! (Aye/sg)










