Type to search

Malang Pemerintahan

Insiden Tawuran Tlogomas: Wali Kota Malang Gaspol Aktifkan Siskamling

Share
Wali Kota Malang Gaspol Aktifkan Siskamling usai Insiden tawuran di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, pada 27 Desember lalu

SUARAGONG.COM – Insiden tawuran yang terjadi di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, pada 27 Desember lalu Wali Kota Malang Gaspol Aktifkan Siskamling usai Insiden tawuran di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, pada 27 Desember lalu hingga menelan korban jiwa menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, langsung turun tangan dengan menginstruksikan penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di seluruh wilayah, dari tingkat RT hingga RW.

Usai Tawuran Tlogomas, Pemkot Malang Perkuat Keamanan Lingkungan

Wahyu menegaskan, kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali. Ia meminta seluruh perangkat kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah di 57 kelurahan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan lingkungan secara lebih intensif.

“Tawuran di Tlogomas sampai menimbulkan korban jiwa ini harus menjadi perhatian serius. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” tegas Wahyu.

Siskamling Bukan Sekadar Ronda

Menurut Wahyu, pengaktifan siskamling bukan hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga soal membangun interaksi sosial. Ia menilai, minimnya komunikasi antara warga asli dan pendatang berpotensi memicu kesalahpahaman yang bisa berujung konflik.

“Kalau tidak ada pos dan tidak ada interaksi, antara penduduk asli dengan pendatang seperti hidup sendiri-sendiri. Dengan siskamling, ada bapak-bapak ronda bergantian setiap malam, interaksi bisa terbangun dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa rasa kebersamaan dan solidaritas sosial menjadi kunci utama menjaga kondusivitas wilayah.

“Kalau tidak ada rasa kebersamaan, sensitivitas dari permasalahan kecil saja bisa memicu kejadian yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Ngopi, Ronda, dan Jaga Kamtibmas

Wahyu pun mendorong agar siskamling dijalankan secara konsisten dan fleksibel. Tidak harus selalu formal, kegiatan sederhana seperti ngopi bareng sambil ronda dinilai efektif untuk memantau situasi keamanan dan mempererat hubungan warga.

“Siskamling bisa dihidupkan dengan kegiatan sederhana, ngopi-ngopi sambil memantau situasi kamtibmas. Ajak Pak Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama,” ucapnya.

Keterlibatan aparat kewilayahan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan respon cepat jika muncul potensi gangguan keamanan.

Baca Juga : Awal 2026, 137 Personel Polres Malang Resmi Naik Pangkat

Libatkan Kampus, Cegah Konflik Lebih Luas

Tak hanya fokus di lingkungan warga, Pemkot Malang juga berencana melibatkan perguruan tinggi. Wahyu mengungkapkan, forum rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Malang telah diagendakan untuk membahas pencegahan konflik sosial, termasuk yang melibatkan mahasiswa.

“Forum rektor sudah kita agendakan. Secara informal saya juga akan mendatangi rektor satu per satu. Setelah itu, baru kita bicarakan secara formal dalam rapat,” pungkasnya. (fat/aye)

Tags:

You Might also Like