Type to search

Peristiwa Teknologi

Persebaran Internet 5G Cuman Jawa: Internet Atau Pemerintah yang Buffering?

Share
Cepat itu memang penting. Tapi jangan sampai internet doang yang ngebut, sementara urusan bantuan, pelayanan publik, dan pemerataan tetap jalan di kecepatan siput. Karena rakyat nggak butuh sekadar “smart city” yang gemerlap di pusat, tapi juga “smart kampung” yang nggak lagi terjebak loading selamanya.

SUARAGONG.COM – Ketinggalan Jauh dari Negara lain! Negara Kita tercinta ini masih belum memaksimalkan Internet 5G dengan merata. Bahkan yang 4G masih main petak umpet di beberapa daerah!. Jika kita intip rumput tetangga, Asia Tenggara lagi adu cepat masuk era 5G. Singapura dan Thailand udah jauh di depan, sementara Malaysia dan Filipina ngebut nyusul.

Data Ookla bahkan nunjukkin penetrasi dan kualitas 5G di kawasan ini tumbuh pesat. Namun kalau dilihat indonesia, itu masih jauh gaes! Apa kabar internet Indonesia? Tenang gaes, masih ikutan pasang kuda-kuda juga kok walau ketinggalan sama tetangga.

5G Di Indonesia Hanya Ramai Di Jawa! Kalah Jauh Dengan Persebaran Di Negara Tetangga

Jangan sampe ada kata-kata “Internet Cepat Buat Apa” kartena potensi internet itu besar banget!. Kini Beberapa Operator sudah meluncurkan layanan di kota-kota besar: Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar. Potensinya gede, soalnya jumlah penduduk kita terbesar se-Asia Tenggara. Tapi sayangnya, cakupan masih segitu-segitu aja. Kalau 5G dianggap “masa depan”, jangan-jangan masa depan itu cuma terbatas di pusat kota, sementara daerah pelosok masih jadi masa lalu dengan sinyal 2G.

data Ookla, adopsi 5G di Asia Tenggara

Data Ookla, adopsi 5G di Asia Tenggara (Kotakgame)

Yang jelas gaes! Masalah utamanya ada di infrastruktur dan biaya. Bangun jaringan di negara kepulauan jelas butuh modal raksasa. Belum lagi harga perangkat 5G yang masih bikin rakyat mikir ulang: mau beli ponsel 5G, atau bayar beras buat seminggu?

Lucunya, pemerintah selalu pede menyebut 5G sebagai tulang punggung transformasi digital nasional. Katanya bisa dorong manufaktur, logistik, kesehatan, sampai pendidikan. Telemedicine, smart manufacturing, digitalisasi sekolah—semua terdengar keren di slide presentasi. Tapi faktanya, di banyak daerah pendidik masih pusing cari sinyal buat kirim laporan online.

Baca Juga China Luncurkan Internet 10G Pertama di Dunia

Ironi Dunia Digital dan Internet di Indonesia

Internet yang lambat atau oknum pemerintah yang Buffering nih? Ironi semakin terasa kalau kita bandingkan kecepatan 5G dengan kecepatan kebijakan publik. Infrastruktur digital saja butuh bertahun-tahun untuk merata. Sementara aturan-aturan yang menguntungkan pusat bisa keluar secepat notifikasi WhatsApp. Jadi siapa sebenarnya yang menikmati 5G? Rakyat luas, atau segelintir pengguna premium di pusat kota?

Indonesia memang berpeluang jadi pemimpin digital Asia Tenggara. Tapi kalau pemerataan tetap “loading” dan Buffering, jangan kaget kalau kita cuma jadi pasar empuk teknologi, bukan pemain utama. Pada akhirnya, 5G memang cepat—cepat sekali. Sayang, urusan pemerataan layanan publik tetap jalan dengan sinyal “lemot”. Karena rakyat nggak butuh sekadar “smart city” yang gemerlap di pusat, tapi juga “smart kampung” yang nggak lagi terjebak loading selamanya. (Aye)

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69
  • sultan69