Type to search

Daerah

Jembatan Bubak Mojokerto Diresmikan Warga Lega

Share
Jembatan Bubak Mojokerto Diresmikan

MOJOKERTO, SUARAGONG.COM – Kabar baik datang dari Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Jembatan Bubak Mojokerto diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (19/2/2026) malam. Jembatan ini sebelumnya sempat putus akibat banjir tahun 2024. Dampaknya? Aktivitas warga sempat lumpuh. Akses antar desa terganggu, distribusi barang tersendat, bahkan mobilitas harian warga jadi serba ribet.

Aktivitas Warga Kembali Normal

Sekarang? Warga akhirnya bisa bernapas lega. Jembatan rangka baja ini punya panjang 60 meter dan lebar 7 meter. Nilai pembangunannya sekitar Rp13 miliar. Dengan spesifikasi standar dan konstruksi kokoh, jembatan ini kini kembali menghubungkan Desa Gondang dan Desa Kebontunggul. Peresmiannya terasa makin spesial karena bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 Hijriah.

“Semoga hadirnya Jembatan Bubak menjadi simbol penguatan silaturahmi dan membawa berkah bagi masyarakat,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Baca juga: DPRD Mojokerto Soroti Pemangkasan TKD oleh Pemerintah Pusat

Dari Aspirasi Warga Sampai Tuntas 100 Persen

Pembangunan jembatan ini bukan ujug-ujug. Awalnya, warga menyampaikan aspirasi ke Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra setelah jembatan lama terputus akibat banjir.

Menindaklanjuti itu, Gubernur Khofifah langsung menginstruksikan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk turun ke lapangan dan mempercepat proses pembangunan.

“Alhamdulillah, seminggu kemarin selesai 100 persen,” kata Khofifah.

Buat warga, ini bukan sekadar jembatan fisik. Ini soal harapan yang balik lagi. Aktivitas ekonomi pun mulai menggeliat lagi. Anak sekolah kini tak perlu memutar jauh, sementara para pedagang bisa mengantar barang tepat waktu tanpa hambatan berarti.

Khofifah juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan cuma bangun beton dan baja. Tapi membangun konektivitas, masa depan, dan peluang baru.

“Ketika ada harapan baru, sumber ekonomi baru, semua jadi ikut bahagia,” tambahnya.

Baca juga: Jawa Timur Siap Sukseskan Peringatan Bulan PRB 2025 di Mojokerto Raya

Jadi Ikon Baru UMKM Ikut Tumbuh

Menariknya, setelah Jembatan Bubak Mojokerto diresmikan, kawasan sekitar justru berkembang jadi pusat aktivitas baru warga. Bahkan disebut-sebut mulai muncul UMKM baru di sekitar jembatan.

Desainnya yang kokoh tapi tetap estetik bikin jembatan ini bukan cuma fungsional, tapi juga fotogenik. Potensial banget jadi spot baru buat warga nongkrong atau sekadar foto sore-sore. Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengaku bersyukur akhirnya jembatan yang sempat bikin warga pesimis itu bisa berdiri lagi.

“Tahun 2024 banjir membuat jembatan terputus. Warga sempat khawatir. Tapi sekarang bukan cuma jadi penghubung, ini juga jadi ikon baru UMKM di Gondang,” jelasnya.

Kepala Desa Kebontunggul, Siandi, juga menyampaikan terima kasih karena kini nilai ekonomi dua desa meningkat, terutama bagi pelaku usaha kecil.

Baca juga: Kasus mutilasi Mojokerto Pacet Kudu Tahu Nih Ceritanya

Warga Gondang Senang, Bersyukur, dan Bangga

Peresmian ini terasa emosional bagi sebagian warga. Ustumawuh, warga Desa Gondang, mengaku senang banget karena sebelumnya jembatan hanya bisa dilewati sepeda motor.

“Sekarang sudah normal lagi. Terima kasih gubernur dan bupati,” katanya.

Hal senada disampaikan Miftahul Huda. Ia menyebut hasil pembangunan jembatan ini bahkan di luar ekspektasi warga.

“Sangat bagus. Membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bukan cuma soal akses jalan, tapi juga soal ekonomi yang ikut bergerak. UMKM sekitar jembatan mulai tumbuh. Aktivitas warga makin hidup. Ramadhan tahun ini jadi terasa lebih hangat karena akses sudah kembali lancar.

Baca juga: Jawa Timur Tuan Rumah Bulan PRB 2025 di Mojokerto

Pesan untuk Warga Dijaga Bareng-Bareng

Meski sudah resmi dibuka, Khofifah mengingatkan bahwa jembatan ini milik bersama. Artinya, tanggung jawab menjaga kebersihan dan keamanannya juga tanggung jawab bersama.

Ia meminta warga tidak melakukan vandalisme atau tindakan yang merusak fasilitas umum. Termasuk menjaga kebersihan dan keamanan selama proses pemagaran kanan-kiri selesai.

“Jangan sampai dirusak. Ini milik kita bersama,” pesannya.

Karena sejatinya, membangun itu susah. Tapi menjaga jauh lebih penting.

Baca juga: Kota Mojokerto Amankan Posisi 10 Besar di Porprov IX Jawa Timur 2025

Infrastruktur yang Menghidupkan Harapan

Kalau dilihat lebih luas, pembangunan seperti ini punya efek domino. Akses yang kembali lancar membuat distribusi barang jadi lebih efisien. Dampaknya terasa cepat roda ekonomi berputar lebih stabil dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong naik.

Dan di momen Ramadhan, hadirnya Jembatan Bubak terasa seperti simbol baru penghubung bukan cuma dua desa, tapi juga penghubung harapan.

Sekarang warga Gondang dan Kebontunggul nggak perlu lagi memutar jauh. Nggak perlu lagi was-was kalau hujan deras datang. Aktivitas sosial, pendidikan, ekonomi, sampai ibadah jadi lebih mudah. Dan mungkin yang paling penting: rasa optimisme itu balik lagi. (wahyu/dny)

Tags:

You Might also Like