Kabupaten Malang Masih Kekurangan 79 SPPG, Baru 70 Kantongi SLHS
Share
SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus menggenjot pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebagai bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hingga 23 Desember 2025, jumlah SPPG yang telah berdiri di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 154 unit dari total target 233 SPPG yang akan tersebar di 33 kecamatan. Dengan demikian, masih terdapat 79 SPPG yang harus diselesaikan untuk memenuhi target tersebut.
Kabupaten Malang Masih Kekurangan 79 SPPG: Target Rampung Januari 2026
Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa seluruh sisa SPPG tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2026 mendatang. Hal ini dilakukan guna memastikan pemenuhan gizi anak berjalan optimal serta aman, demi mendukung kesehatan fisik dan prestasi belajar generasi muda di Kabupaten Malang.
“Sisa SPPG yang belum berdiri, insyaallah pada bulan Januari sudah bisa tuntas semua,” ujar Sanusi saat ditemui dalam peresmian SPPG Polres Malang 1 di Kecamatan Gondanglegi, Senin (29/12/2025).
123 SPPG Sudah Beroperasi
Berdasarkan data yang ada, dari total 154 SPPG yang telah berdiri, 123 SPPG sudah beroperasi, sementara 31 SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan operasional. Jika seluruh target rampung, program MBG di Kabupaten Malang diproyeksikan menjangkau 698.855 penerima manfaat.
Baca Juga : Belasan SPPG di Kabupaten Malang Berhenti Beroperasi
Kendala Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Meski demikian, tantangan masih muncul pada proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi syarat penting untuk menjamin keamanan pangan dan mutu layanan di bidang kesehatan dan gizi.
“Hingga saat ini, baru 70 SPPG yang telah mengantongi SLHS, sementara 66 SPPG lainnya masih dalam proses penerbitan,” jelasnya.
SPPG di Kabupaten Malang sendiri tersebar merata di seluruh kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Gondanglegi.
“Pemerataan terus kami dorong, dan Gondanglegi menjadi wilayah dengan jumlah SPPG paling banyak,” pungkas Sanusi. (nif/aye)

