Kartu Pokemon ‘Going to the Moon’: Dari Hobi Bocil Jadi Aset Miliaran
Share
SUARAGONG.COM – Siapa sangka selembar kartu bergambar monster lucu bisa bikin orang mendadak jadi sultan? Tren kartu Pokemon lagi di puncak hype setelah Windah Basudara lewat akun Brando Chill & Games pamer momen COD kartu Pokemon senilai Rp350 juta!
Kenapa Harga Kartu Pokemon Bisa Gila-Gilaan
Padahal, kartu sejenis di pasar sekunder harganya bisa meroket sampai Rp900 juta tergantung kondisi fisik dan hasil grading-nya. Ini ngebuktiin kalau kartu Pokemon bukan lagi sekadar mainan, tapi sudah jadi aset investasi alternatif yang harganya nggak ngotak!

FT: Momen windah basudara melakukan COD Kartu Pokemon Senilai Rp350 Juta, yang diperkirakan bisa naik hingga Rp900 juta (Yt:Brando Chill & Games)
1. Rekor Dunia: Pikachu Illustrator Laku Rp279 Miliar!
Kalau Rp350 juta menurutmu udah mahal, siap-siap kaget. Kolektor kelas kakap, Logan Paul, baru aja memecahkan rekor dunia Guinness World Records di rumah lelang Goldin pada Februari 2026.
Kartu legendaris Pikachu Illustrator miliknya laku terjual seharga US$16,49 juta atau sekitar Rp279 Miliar! Kenapa mahal banget? Karena kartu ini cuma ada satu di dunia yang dapet nilai PSA 10 (kondisi sempurna) dari total 39 kartu yang pernah dicetak.
2. Rahasia Harga Selangit: Kondisi Adalah Koentji!
Pelelang ternama, Ken Goldin, bilang kalau dalam dunia Pokemon, nilai Grading 10 itu hukumnya wajib kalau mau dapet harga “premi” yang ekstrem.
Perbandingannya ngeri: Kartu yang harganya Rp1,5 Miliar dalam kondisi sempurna (PSA 10), harganya bisa anjlok cuma jadi 1% atau 2%-nya aja kalau kondisinya lecet dikit. Jadi, jangan sembarang pegang ya, Bolo!
3. ‘Harta Karun’ di Gudang Lama
Gara-gara lonjakan harga yang naik 350% sejak 2020, banyak orang mulai bongkar-bongkar gudang lagi buat nyari koleksi 20 tahun lalu. Siapa tahu ada kartu Charizard atau Blastoise jadul yang bisa bikin pensiun dini! Tren ini makin panas karena didorong selebriti dunia kayak Post Malone sampai Steve Aoki yang ikutan koleksi.
Baca Juga : Kenapa IEM Jadi Standar Baru ‘Classy’ buat Hobi Musik?
4. Investasi atau Spekulasi?
Meskipun kelihatan menggiurkan, Ken Goldin ngingetin kalau investasi di kartu Pokemon itu punya risiko tinggi.
High Risk: Harganya sangat volatil (naik-turunnya cepet banget) dan sangat dipengaruhi oleh hype.
Stability: Nggak se-stabil pasar saham atau emas tradisional. Tapi buat kartu yang super langka, performanya emang seringkali ngalahin pasar aset lainnya.
Gimana, Bolo? Udah siap bongkar celengan atau bongkar gudang buat nyari “harta karun” Pokemon? Ingat, perhatiin kondisinya ya, jangan sampai ada tekukan kalau nggak mau harganya terjun bebas! (Aye/sg)

