Kenapa Orang China Malah “Gak Suka” Sama Dracin
Share
SUARAGONG.COM – Pernah nggak sih lo lagi asyik scrolling TikTok atau Douyin, terus nemu cuplikan drama China (Dracin) yang isinya CEO super kaya jatuh cinta sama gadis biasa yang tertindas? Kelihatannya seru dan bikin nagih, kan?. Tapi tahu nggak, di negaranya sendiri, drama-drama model begini lagi “dimusuhi” sama pemerintah dan sebagian netizen sana.
Kenapa Orang China Malah “Gak Suka” Sama Dracin Sendiri
Perlu Kamu tahu kalau Pemerintah Tiongkok resmi melarang drama pendek bertema “CEO jatuh cinta dengan gadis miskin” melalui regulasi NRTA 2024. Untuk membatasi konten yang mengagungkan kesenjangan kelas dan pamer kekayaan. Kreator kini diwajibkan menampilkan konten yang realistis dan menghindari glorifikasi relasi asmara berbasis kekuasaan. Informasi ini dilansir dari Global Times.
Kok bisa orang China ga suka Dracin? Padahal kita di sini malah lagi demam Dracin. Nih, alasannya kenapa mereka agak sentimental sama tontonan mereka sendiri:
1. “Halu”-nya Kebablasan (Bye-bye CEO Ganteng!)
Pemerintah China baru-baru ini nge-banned drama pendek bertema “CEO Kaya Raya”. Alasannya simpel: terlalu pamer kekayaan (flexing).
Di sana, konten yang isinya cuma pamer kemewahan dianggap bisa merusak mental. Mereka nggak mau anak mudanya jadi “halu” dan cuma nungguin pangeran berkuda putih buat sukses, bukannya kerja keras. Jadi, narasi “miskin jadi kaya dalam semalam” itu dianggap nggak mendidik dan nggak realistis banget.
2. Plot yang “Gak Ngotak” tapi Bikin Nagih
Pernah denger istilah brain rot? Nah, drama pendek yang durasinya cuma 1-2 menit itu sering dikritik karena alurnya yang absurd banget. Konfliknya dipaksakan, aktingnya kadang lebay, dan tiap episode sengaja dipotong pas lagi seru-serunya biar lo terus scrolling.
Netizen di China mulai ngerasa ini cuma “sampah visual” yang ngerusak fokus dan bikin kecanduan tanpa ada isinya.
3. Standar “High Quality” yang Tinggi
Orang China itu sebenarnya bangga banget sama drama sejarah (Wuxia atau Xianxia). Tapi, buat drama modern, mereka sering ngebandingin sama Drama Korea (Drakor).
Banyak yang ngerasa Dracin modern itu sinematografinya kadang kaku atau ceritanya muter-muter. Jadi, kalau ada drama yang kualitasnya tanggung, netizen sana nggak segan-segan buat spill the tea dan kasih rating jeblok di situs Douban (IMDb-nya China).
Baca Juga : 6 Drakor Terbaru Maret 2026 yang Paling Dinanti
4. Isu Sosial yang Sensitif
Lagi ada tren di sana namanya lying flat (rebahan/nggak mau kerja terlalu keras karena tekanan hidup). Nah, pas mereka lagi stres sama kenyataan hidup, ngelihat drama yang isinya orang kaya foya-foya malah bikin mereka makin ngerasa gap sosial itu nyata dan nyebelin. Bukannya terhibur, malah jadi kesel sendiri.
Bukannya mereka benci semua Dracin, tapi mereka lagi “diet” konten-konten yang nggak berkualitas dan cuma jualan mimpi. Mereka lebih pengen tontonan yang punya value atau yang bener-bener keren secara visual dan cerita.
Gimana menurut lo? Lo tim yang masih suka CEO ganteng atau lebih suka drama sejarah yang bajunya estetik banget? (Aye/sg)

