Ketua Komisi III DPRD Probolinggo Tinjau Kesiapan Normalisasi Kali Afur Banger
Share
SUARAGONG.COM – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Muhammad Al Fatih, meninjau langsung kondisi Kali Afur Banger di Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, Kamis (29/1/2026) siang. Kunjungan lapangan ini dilakukan guna memastikan kesiapan pelaksanaan normalisasi sungai yang selama ini menjadi salah satu pemicu banjir di wilayah tersebut.
Cegah Banjir Berulang, DPRD Probolinggo Pantau Langsung Normalisasi Kali Afur Banger
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan DPRD terhadap rencana penanganan banjir yang melibatkan lintas kewenangan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta dipenuhi lumpur dan sampah dinilai perlu segera ditangani secara menyeluruh.
Pengecekan Lapangan Bersama BPBD
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Al Fatih atau yang akrab disapa Gus Fatih didampingi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Kehadiran BPBD menjadi penting untuk memberikan gambaran teknis terkait kondisi sungai dan potensi risiko banjir apabila normalisasi tidak segera dilakukan.
Gus Fatih menegaskan, pengecekan langsung ke lapangan menjadi langkah awal yang krusial agar proses normalisasi berjalan sesuai rencana.
“Kami bersama BPBD melihat langsung persiapan normalisasi sungai. Perlu diketahui, normalisasi Kali Afur Banger ini menjadi kewenangan UPT Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, karena memang sungai ini berada dalam tanggung jawab pemerintah provinsi,” kata Gus Fatih.
Alat Berat Dijadwalkan Turun Sabtu
Berdasarkan hasil koordinasi, pelaksanaan normalisasi Kali Afur Banger dijadwalkan dimulai Sabtu mendatang. UPT Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur telah menyatakan komitmennya untuk menurunkan alat berat ke lokasi.
Kehadiran alat berat dinilai penting mengingat volume material yang harus dikeruk cukup besar.
“Dari komitmen UPT SDA Provinsi, dua hari ke depan alat berat akan mulai didatangkan. Normalisasi ini nantinya dilakukan sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat, dan akan terus berjalan sampai pekerjaan dinyatakan selesai,” ujarnya.
Dukungan Warga dan Pemerintah Desa
Gus Fatih juga mengapresiasi dukungan masyarakat serta peran aktif pemerintah desa dalam memastikan tidak ada hambatan di lapangan, termasuk terkait pohon di bantaran sungai yang terdampak normalisasi.
“Kami sangat mengapresiasi kepala desa yang sudah bekerja maksimal memastikan tidak ada hambatan. Komitmen masyarakat juga patut diapresiasi, mereka siap mendukung demi kelancaran normalisasi sungai ini,” beber politisi PKB tersebut.
Baca Juga : Sungai Dangkal Picu Banjir, Wabup Probolinggo Dorong Normalisasi Opo-Opo
Normalisasi Capai 300 Meter, Pemkab Siap Turun Tangan
Normalisasi Kali Afur Banger direncanakan dilakukan sepanjang lebih dari 300 meter, menyesuaikan titik sungai yang paling kritis. Apabila setelah pengerjaan tersebut masih dirasa kurang optimal, Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap membantu melalui Dinas PUPR.
“Kalau nanti masih diperlukan tambahan pekerjaan, Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo siap membantu dengan alat berat milik pemda,” imbuhnya.
Proses Persetujuan Warga Terus Dikebut
Sementara itu, Kepala Desa Opo-Opo Muhaimin Assyatta menyampaikan bahwa pendekatan kepada warga pemilik lahan di bantaran sungai telah dilakukan sejak awal.
“Total ada 20 warga yang terdampak, sebagian besar sudah menandatangani persetujuan. Tinggal tiga warga yang belum tanda tangan karena belum sempat ditemui,” jelasnya.
Ia memastikan pihak desa akan segera menemui warga tersebut agar tidak ada kendala saat pelaksanaan normalisasi.
Harapan Penanganan Banjir Lebih Optimal
Dengan dukungan DPRD, masyarakat, serta sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, normalisasi Kali Afur Banger diharapkan mampu menekan risiko banjir di Kecamatan Krejengan dan sekitarnya.
Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sungai sekaligus memberi rasa aman bagi warga. Yang mana selama ini terdampak banjir setiap musim hujan tiba. (Aye/sg)

