Khofifah Resmikan Revitalisasi 17 Sekolah di Jombang Senilai Rp13,9 M
Share
SUARAGONG.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Jombang.
Khofifah Resmikan Revitalisasi 17 Sekolah di Jombang Senilai Rp13,9 M
Peresmian tersebut dipusatkan di Edotel SMKN 1 Jombang, Rabu (11/3/2026), yang ditandai dengan pemotongan pita serta penandatanganan prasasti secara simbolis. Prasasti tersebut nantinya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program.
Revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa.
Perbaikan Ruang Kelas hingga Laboratorium
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa program revitalisasi ini mencakup berbagai perbaikan fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, sanitasi hingga fasilitas praktikum.
“Program revitalisasi dan rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, sanitasi, dan fasilitas praktikum sesuai dengan ketentuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Di Kabupaten Jombang sendiri, tercatat 17 lembaga pendidikan menerima bantuan program revitalisasi dan rehabilitasi fisik dengan total anggaran mencapai Rp13,9 miliar.
Khofifah berharap program tersebut mampu mendukung proses belajar mengajar. Sekaligus meningkatkan prestasi para siswa di masa mendatang.
“Saya berharap dengan adanya program ini bisa mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga mampu memacu lahirnya prestasi-prestasi luar biasa ke depan,” tambahnya.
Baca Juga : Bank Jatim dan Disdikbud Jombang Gelar Bazar Ramadhan Kareem
Pemkab Jombang Apresiasi Dukungan Pemprov
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Baik dari sisi sarana prasarana maupun mutu pembelajaran,” ujarnya.
Dengan sarana prasarana yang lebih representatif, diharapkan dapat tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Fasilitas yang lebih baik juga diharapkan mampu meningkatkan semangat guru dalam mendidik generasi bangsa. Serta membuat proses pembelajaran semakin optimal. (Ale/Aye/sg)

