Type to search

Pemerintahan Probolinggo

Kota Probolinggo Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

Share
Kota Probolinggo Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Bukti Komitmen Jaminan Kesehatan

SUARAGONG.COM – Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam menghadirkan jaminan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Aminuddin, Kota Probolinggo sukses meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya. Sebagai bukti keberhasilan memastikan perlindungan kesehatan hampir seluruh penduduknya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kota Probolinggo Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Bukti Komitmen Jaminan Kesehatan

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang Deklarasi dan Pencanangan UHC yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Pada tahun ini, UHC Awards diberikan kepada 31 provinsi serta 394 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kepesertaan JKN Nyaris Menyeluruh

Berdasarkan data yang dipaparkan, capaian UHC Kota Probolinggo mencapai 99,58 persen dengan total peserta JKN sebanyak 243.381 jiwa. Dari jumlah tersebut, tingkat kepesertaan aktif tercatat 218.949 jiwa atau 89,58 persen.

Capaian ini menempatkan Kota Probolinggo dalam Kategori Madya, karena telah memenuhi kriteria utama UHC Award, yakni cakupan kepesertaan minimal 98 persen dan tingkat keaktifan peserta minimal 85 persen.

Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan kontribusi pemerintah daerah dalam mendaftarkan penduduk, status UHC prioritas, serta kelancaran pembayaran iuran PBPU pemerintah daerah hingga September 2025.

Hadir Bersama Pemangku Kepentingan

Dalam penerimaan penghargaan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) dr. Intan Sudarmadi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dr. Dina Diana Permata, serta Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kota Probolinggo Eny Supriatna.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat Pemkot Probolinggo demi keberlanjutan Program JKN.

Dorong Derajat Kesehatan dan IPM

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah kita menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan sebagai salah satu kota dengan UHC. Artinya seluruh kesehatan masyarakat Kota Probolinggo sudah dicover,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ia berharap capaian ini mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapannya tentu meningkatkan derajat kesehatan yang nantinya bermuara pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus kita naikkan,” imbuhnya.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Biaya Kesehatan Ditanggung Pemerintah

Dengan cakupan kepesertaan yang hampir menyeluruh, warga Kota Probolinggo kini dapat mengakses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, termasuk skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN yang bersumber dari dana pemerintah.

Wali Kota Aminuddin menjelaskan, data PBI JKN saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Karena itu, Pemkot Probolinggo aktif berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan BPJS Kesehatan untuk memastikan data sesuai kondisi riil masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi bahwa program pemerintah benar-benar dilaksanakan, bahkan melebihi harapan. Kami akan terus berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menekankan bahwa peran kepala daerah sangat menentukan keberhasilan Universal Health Coverage, khususnya dalam mendorong pendaftaran penduduk dan menjaga kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan serta penganggaran daerah.

Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan Program JKN secara nasional telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan sebesar 81,45 persen.

“Ketika kepala daerah memiliki komitmen yang kuat, maka perlindungan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih merata,” katanya. (DUh/aye/sg)

Tags:

You Might also Like