Type to search

Malang Pemerintahan

Libur Nataru, Volume Sampah di Kota Malang Naik 20 Ton per Hari

Share
DLH Kota Malang memprediksi terjadi peningkatan volume sampah hingga 20 ton per hari selama musim libur panjang Nataru

SUARAGONG.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadi peningkatan volume sampah hingga 20 ton per hari selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Lonjakan ini dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat serta kunjungan wisatawan ke Kota Malang.

Volume Sampah di Kota Malang Diprediksi Naik 20 Persen Saat Nataru 

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menyebut peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap musim liburan, khususnya saat perayaan Nataru.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, prediksi kenaikan sampah selama libur Nataru itu kurang lebih satu harinya 20 ton,” ujar Gamaliel.

Armada Angkut Sampah Ditambah Intensitasnya

Pada hari normal, jumlah armada pengangkut sampah yang menuju TPA Supit Urang berkisar antara 160 hingga 178 truk per hari. Namun saat libur Nataru, jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 200 truk per hari.

“Makanya teman-teman di lapangan menambah jumlah pengambilan. Jadi, baik jam kerja maupun lembur pasti ditambahkan. Termasuk di hari Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Meski volume sampah meningkat, DLH memastikan tidak ada penambahan personel maupun kendaraan. Penyesuaian dilakukan dengan meningkatkan frekuensi pengangkutan, terutama di titik-titik rawan penumpukan.

Sampah Tanaman hingga Plastik Ikut Meningkat

Selain sampah rumah tangga, DLH juga mencatat peningkatan sampah tanaman. Seperti hasil pemangkasan dan penebangan pohon oleh masyarakat. Sampah jenis ini langsung dibawa ke TPA Supit Urang untuk diproses melalui composting.

“Kami bantu masyarakat yang kesulitan membuang sampah tanaman. Untuk yang berupa tanaman, Langsung kami lakukan composting,” ungkap Gamaliel.

Ia menambahkan, peningkatan sampah plastik juga dipengaruhi oleh tingginya penggunaan layanan pesan-antar makanan berbasis daring selama masa liburan.

Blimbing, Lowokwaru, hingga Kayutangan Jadi Sorotan

Beberapa wilayah yang kerap menjadi titik penumpukan sampah. Antaranya yaitu Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, dan sebagian Kecamatan Sukun. Kawasan perguruan tinggi menjadi salah satu penyumbang peningkatan volume. Hal ini juga seiring dengan aktivitas mahasiswa dan kunjungan keluarga.

Sementara itu, untuk kawasan wisata, konsentrasi pengunjung diperkirakan bergeser ke Kayutangan Heritage. Mengingat Alun-alun Kota Malang masih dalam tahap rehabilitasi.

“Biasanya pengambilan sampah di Kayutangan dilakukan pukul 02.00 sampai 06.00. Saat Nataru nanti kami instruksikan pengambilan juga dilakukan malam hari untuk mengurangi penumpukan,” jelasnya.

Data Timbangan Jadi Acuan Prediksi

Gamaliel menegaskan, prediksi lonjakan sampah tersebut didasarkan pada data timbangan harian truk yang masuk ke TPA Supit Urang. Dari data tersebut, selalu terlihat peningkatan volume setiap kali memasuki masa liburan.

“Setiap truk yang masuk kami timbang. Dari laporan harian itulah terlihat ada peningkatan setiap liburan,” pungkasnya. (fat/aye)

Tags:

You Might also Like