MBG di Jember Melejit! Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp4 Triliun

MBG Jember Jadi Percontohan Nasional Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp4 Triliun
MBG Jember Jadi Percontohan Nasional Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp4 Triliun

SUARAGONG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember mulai kelihatan “taringnya”. Nggak cuma bantu pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga diprediksi bisa bikin perputaran uang di daerah tembus hampir Rp4 triliun per tahun. Angka yang nggak main-main, bahkan hampir setara dengan APBD Jember sendiri.

MBG Jember Jadi Percontohan Nasional Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp4 Triliun

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kamis (16/4/2026).

Menurut Dadan, Jember sekarang jadi salah satu daerah percontohan nasional untuk program MBG. Bukan tanpa alasan, pendataan penerima manfaat di Jember dinilai sangat rapi dan detail, bahkan sampai ke level RT dan RW.

“Ini yang bikin Jember layak jadi contoh,” ujarnya.

800 Ribu Penerima, Bisa Bertambah Lagi

Saat ini, jumlah penerima manfaat MBG di Jember sudah menyentuh angka sekitar 800 ribu orang, atau sekitar 30 persen dari total penduduk. Tapi angka ini belum final.

Masih ada kelompok yang belum terdata secara maksimal, seperti santri, balita tanpa NIK, hingga anak dari pernikahan dini atau siri. Artinya, potensi penerima manfaat masih bisa terus bertambah ke depan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Jember diperkirakan butuh sekitar 400 unit SPPG. Setiap unitnya mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Menariknya, sekitar 70 persen anggaran itu dialokasikan untuk pembelian bahan pangan lokal.

Di sinilah efek dominonya terasa—petani, pedagang, hingga pelaku usaha lokal ikut kecipratan manfaat.

Buka Lapangan Kerja, Libatkan Warga Lokal

Nggak cuma soal makanan, program MBG juga membuka peluang kerja baru. Mulai dari tenaga dapur, distribusi, sampai relawan—banyak warga lokal, termasuk ibu rumah tangga, yang kini bisa ikut terlibat.

Secara nasional sendiri, sudah ada 26.800 SPPG yang terdaftar dan dijalankan oleh mitra. Mereka bahkan dijuluki sebagai “pejuang Merah Putih” karena perannya dalam menyukseskan program ini.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, juga ikut angkat bicara soal program ini. Ia menepis anggapan negatif yang sempat beredar di media sosial. Menurutnya, respons masyarakat di lapangan justru sangat positif.

“Kalau turun langsung, yang ditanya warga itu kapan mereka dapat MBG,” katanya.

Fawait menegaskan, MBG bukan sekadar program makan gratis. Lebih dari itu, ini adalah strategi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan.

Bahkan, jika berjalan maksimal, perputaran dana dari program ini bisa mendekati Rp4 triliun per tahun di Jember.

Baca Juga : Mandiri! Jember Terendah Penerima Bantuan Pangan Se-Jatim

Optimistis Tekan Kemiskinan

Pemkab Jember juga berkomitmen untuk terus mengawal program ini, terutama dengan memastikan penggunaan bahan pangan lokal agar dampaknya makin luas.

Meski ada kekhawatiran soal inflasi, Fawait menilai kondisi tersebut masih aman selama pertumbuhan ekonomi tetap lebih tinggi.

“Kami optimistis ini jadi solusi nyata untuk menekan kemiskinan,” pungkasnya.

Dengan potensi sebesar ini, jelas kalau MBG bukan cuma soal isi piring, tapi juga soal masa depan ekonomi daerah. (Aye/sg)

Exit mobile version