Ngeri! 17,5 Juta Data Pengguna Instagram Diduga Bocor
Share
SUARAGONG.COM – Scroll IG santai, eh tiba-tiba kabar begini nongol , Panik Ga? Panik-Panik Gaes. Sekitar 17,5 juta data pengguna Instagram diduga bocor dan kini beredar di dark web. Bukan rumor receh, isu ini bikin banyak netizen langsung auto waspada soal keamanan akun dan privasi digital.
17,5 Juta Data Pengguna Instagram Diduga Bocor, Berseliweran di Dark Web
Menurut laporan Daily Mail, Sabtu (10/1/2026), kebocoran data ini memicu kekhawatiran serius karena menyangkut informasi pribadi para pengguna dari berbagai belahan dunia.
Perusahaan keamanan siber Malwarebytes mengungkapkan, data yang diduga tersebar meliputi:
- Nama pengguna (username)
- Nama lengkap
- Alamat e-mail
- Nomor telepon
- Sebagian alamat fisik
- Informasi kontak lainnya
Meski kata sandi (password) tidak ikut bocor, para pakar keamanan menegaskan bahwa data semacam ini tetap berbahaya. Informasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk pencurian identitas, penipuan keuangan, hingga serangan phishing yang lebih meyakinkan.
Diduga Berasal dari Celah Sistem Lama
Berdasarkan laporan CyberInsider, kebocoran ini diduga berakar dari kerentanan API Instagram pada 2024. Saat itu, para peretas disebut berhasil menembus sistem perlindungan standar Meta dan mengumpulkan data sensitif pengguna.
Data tersebut kemudian dipublikasikan oleh pihak dengan alias “Solonnik” di forum peretasan BreachForums pada Rabu (7/1/2026). Yang bikin makin ngeri, kumpulan data ini disebut ditawarkan secara gratis.
“Kebocoran data sebesar ini secara signifikan meningkatkan risiko kampanye phishing dan penipuan yang ditargetkan,” ujar para ahli kepada Malwarebytes.
Baca Juga : Instagram Susul TikTok, Hentikan Sementara Fitur Live di Indonesia
Pengguna Mulai Terima Email Aneh
Pasca isu ini mencuat, sejumlah pengguna di berbagai wilayah melaporkan menerima email pengaturan ulang kata sandi yang tidak biasa, meski mereka merasa tidak melakukan permintaan apa pun. Hal ini memicu kekhawatiran akun-akun mereka sedang diincar.
Sementara itu, Instagram melalui halaman bantuan resminya menyebut bahwa email reset password tidak selalu berarti akun diretas. Namun, analis keamanan siber tetap menyarankan pengguna untuk tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan.
Meta Masih Bungkam
Hingga awal Januari 2026, Meta, perusahaan induk Instagram asal Amerika Serikat, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data ini. Padahal, insiden tersebut disebut berdampak luas, baik pada akun pribadi maupun akun influencer.
Kasus ini muncul di tengah meningkatnya sorotan global terhadap praktik perlindungan data perusahaan media sosial. Terutama soal bagaimana data pengguna dikumpulkan, disimpan, dan diamankan.
Saatnya Lebih Melek Keamanan Digital
Di era medsos, data pribadi ibarat “mata uang baru”. Sekali bocor, dampaknya bisa panjang. Para pakar menyarankan pengguna untuk:
- Mengaktifkan two-factor authentication (2FA)
- Mengganti password secara berkala
- Waspada terhadap email atau DM mencurigakan
- Tidak sembarang klik tautan
Karena di dunia digital, yang bocor bukan cuma data—tapi juga rasa aman. (Aye/sg)

