Pagelaran Seni Wonoasih 2026 Pecah
Share
SUARAGONG.COM – Suasana Kelurahan Wonoasih mendadak pecah dan penuh warna, Selasa (7/4/2026) malam. Pagelaran Seni Wonoasih 2026 sukses digelar meriah dengan iringan musik perkusi, tarian tradisional, hingga hiburan modern yang bikin warga betah berlama-lama.
Pagelaran Seni Wonoasih 2026 Pecah! Wali Kota Dukung Pokmas hingga Program Pisang Cavendish
Event kolaborasi antara Pemkot Probolinggo dan Pokmas Cahaya Noac ini jadi bukti nyata kalau sinergi pemerintah dan warga bisa menghadirkan ruang hiburan sekaligus mempererat kebersamaan. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, juga tampak hadir langsung dan berbaur santai dengan masyarakat, didampingi Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin.
Sejak awal acara, antusiasme warga sudah terasa. Halaman kantor kelurahan dipadati berbagai kalangan, dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka kompak menikmati suguhan seni yang memadukan budaya lokal dengan sentuhan modern.
Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari Tari Remo, tari dari sanggar lokal, musik Duk-Duk, hingga Bahana Suara Bayuangga Percussion. Perpaduan ini sukses menghadirkan nuansa segar tanpa meninggalkan akar budaya.
Pokmas Kepanjangan Tangan Pemerintah
Di balik kemeriahan itu, Lurah Wonoasih Hasim Irawanto juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di wilayahnya. Salah satu yang jadi sorotan adalah terbentuknya empat kelompok masyarakat (pokmas) yang mewakili tiap RW.
“Sekarang sudah ada empat pokmas aktif untuk program dana kelurahan 2026. Ini bentuk kolaborasi nyata antara warga dan pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, Wonoasih juga mencatat keberhasilan panen pisang cavendish, pembangunan musala tanpa dana APBD, hingga rencana pembukaan pujasera untuk mendongkrak ekonomi warga.
Wali Kota Aminuddin pun memberikan apresiasi atas kekompakan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif warga jadi kunci utama keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan.
Perluasan Cavendish
Tak hanya itu, ia juga mendorong pengembangan program pisang cavendish yang rencananya akan diperluas hingga 40 hektar di kawasan Wonoasih. Program ini diharapkan bisa mengubah lahan tidak produktif jadi sumber ekonomi baru.
Di sektor infrastruktur, Pemkot juga berencana menambah 56 titik penerangan jalan demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga, khususnya di malam hari.
Menutup acara, wali kota mengajak masyarakat untuk terus aktif terlibat dalam pembangunan, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga lingkungan.
Pagelaran seni ini bukan sekadar hiburan, tapi jadi bukti kalau kolaborasi solid antara pemerintah dan warga bisa menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan sekitar. (DUh/Aye/sg)

