Type to search

Peristiwa Probolinggo

Paguyuban Poktan Besuk Aktifkan Pertemuan Rutin, Hadapi Tantangan Pertanian

Share
Paguyuban Poktan se-Kecamatan Besuk mengaktifkan pertemuan rutin untuk memperkuat koordinasi petani hingga serapan gabah Bulog.

SUARAGONG.COM – Paguyuban Kelompok Tani (Poktan) se-Kecamatan Besuk kembali mengaktifkan pertemuan rutin sebagai upaya menggeliatkan transfer informasi dan teknologi pertanian, diskusi permasalahan lapangan, penguatan kelembagaan, sekaligus mempererat koordinasi lintas sektor.

Paguyuban Poktan Besuk Aktifkan Pertemuan Rutin, Hadapi Tantangan Pertanian

Pertemuan yang digelar di rumah Ketua Poktan Sumber Rejeki H. Baihaki, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk ini dihadiri sekitar 40 peserta, terdiri dari perwakilan Poktan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Camat Besuk Handik Hariyanto, Kapolsek Besuk, Kepala Desa Sumberan, Babinsa, UPT Kesehatan Hewan, POPT Pangan Hortikultura, serta POPT Perkebunan.

Wadah Strategis Diskusi Petani

Pengurus Gapoktan Mutiara Hati Kecamatan Besuk, M. Solehuddin dan Nawani, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah strategis untuk berbagi informasi, memecahkan persoalan pertanian, serta memperkuat kelembagaan Poktan.

“Pertemuan rutin ini kami harapkan menjadi pusat informasi dan diskusi untuk menjawab berbagai persoalan pertanian di lapangan serta memperkuat kelembagaan Poktan di Kecamatan Besuk,” ungkapnya.

Melalui forum ini, para petani dapat saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat posisi Poktan dalam mendukung pembangunan pertanian di tingkat desa dan kecamatan.

Camat Besuk: Forum Efektif Jembatani Aspirasi Petani

Camat Besuk Handik Hariyanto menilai pertemuan rutin Paguyuban Poktan memiliki peran penting sebagai ruang dialog antara petani dan para pemangku kepentingan.

“Forum seperti ini sangat efektif untuk mengupas permasalahan pertanian baik di tingkat desa maupun kecamatan, seperti persoalan pupuk, peningkatan produksi pertanian dan kendala lain yang dihadapi petani,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan forum ini membantu pemerintah menyusun langkah strategis yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan.

Baca Juga : Pemkot Malang Serahkan Alsintan dan Bibit kepada 20 Gapoktan

Antisipasi Musim Tembakau dan Waspada Wereng

Dalam kesempatan tersebut, POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengimbau petani untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang musim tanam tembakau 2026, terutama potensi kemarau basah.

Ia menyarankan petani memperhatikan pengolahan lahan dengan membuat saluran pembuangan air yang baik serta melakukan pencegahan penyakit tanaman secara hayati, salah satunya menggunakan Trichoderma.

Sementara itu, POPT Pangan Hortikultura Alfattutizal mengingatkan adanya peningkatan populasi wereng batang coklat pada tanaman padi. Ia meminta petani lebih intensif memantau lahan dan segera melapor kepada PPL atau POPT jika ditemukan serangan hama.

“Dengan laporan cepat, tindakan pengendalian bisa dilakukan secara tepat dan efektif,” katanya.

Bulog Siap Serap Gabah Petani

Dari sisi pemasaran hasil panen, Nugroho Budi dari Bulog menyampaikan kesiapan Bulog menyerap gabah petani. Melalui mitra Bulog, salah satunya Mitra Tani Lumbung Mas di Kecamatan Besuk.

Gabah petani akan dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram. Dengan syarat tingkat kematangan panen 90–100 persen, bebas Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), bebas bahan kimia, serta dalam kondisi kering.

“Secara teknis, petani diharapkan berkoordinasi dengan PPL, Koramil atau Bulog setempat menjelang panen. Armada angkut ke Bulog juga sudah disiapkan,” terangnya.

Dorong Keberlanjutan Pertemuan

Koordinator BPP Kecamatan Besuk Julaihin menegaskan pentingnya keberlanjutan pertemuan rutin. Menjadikan Paguyuban Poktan sebagai sarana peningkatan kapasitas petani.

“Pertemuan ini harus terus berlanjut agar mampu meningkatkan pengetahuan, penguasaan teknologi. Serta memperkuat kelembagaan Poktan. Dengan begitu, tantangan yang dihadapi petani bisa dicarikan solusi bersama,” pungkasnya.

Dengan aktifnya kembali forum Paguyuban Poktan, diharapkan petani Kecamatan Besuk semakin siap menghadapi tantangan iklim, hama, dan pemasaran hasil panen. Sekaligus mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan secara berkelanjutan. (Duh/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like