Sambut 2026: Pemkab Malang Gelar Istighosah dan Doa Bersama
Share
SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang memilih cara khidmat dan penuh makna dalam menyambut pergantian Tahun Baru 2026. Melalui Istighosah dan Doa Bersama KORPRI Kabupaten Malang, Pemkab Malang mengajak seluruh jajaran aparatur dan unsur Forkopimda untuk menutup 2025 dengan refleksi dan harapan baru.
Menutup 2025 dengan Doa, Pemkab Malang Gelar Istighosah Sambut 2026
Kegiatan tersebut digelar di Halaman Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Panji Nomor 158, Kecamatan Kepanjen, Rabu (31/12/2025) malam, dan dihadiri langsung oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.
Selain sebagai ikhtiar batin menyongsong tahun baru, doa bersama ini juga menjadi wujud empati dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Malang terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Aceh dan wilayah Sumatera, serta doa khusus bagi para korban Tragedi Kanjuruhan.
Melalui lantunan doa dan istighosah, diharapkan para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta wilayah terdampak bencana segera pulih dan kembali aman.
Baca Juga : Pemkab Malang dan Kejaksaan Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial
Momen Evaluasi bagi ASN
Bupati Malang Sanusi menegaskan bahwa pergantian tahun merupakan momentum strategis. Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pengabdian dan kinerja selama setahun terakhir.
“Pergantian tahun harus dimaknai sebagai sarana evaluasi perjalanan pengabdian kita. Sekaligus titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks,” ujar Sanusi.
Menurutnya, tuntutan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel tidak cukup hanya dijawab dengan kecerdasan intelektual. Tetapi juga harus dibarengi dengan kekuatan spiritual dan karakter moral yang kokoh.
Harapan 2026: Pelayanan Publik Makin Berkualitas
Menutup sambutannya, Bupati Malang berharap Tahun 2026 menjadi momentum penguatan kualitas pelayanan publik, peningkatan kinerja birokrasi, serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek pengabdian.
“Semoga melalui doa dan istighosah ini, Kabupaten Malang senantiasa dianugerahi keamanan, kemajuan dan kesejahteraan. Serta diberkahi juga dengan aparatur yang amanah dan berakhlak mulia,” tandasnya.
Dengan doa sebagai fondasi, Pemkab Malang berharap langkah di tahun 2026 dapat berjalan lebih mantap. Berorientasi pelayanan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (Aye/sg)

